Ini Bukti Toyota Buatan Indonesia Nyaris Indonesia Banget | dapurpacu.id

Ini Bukti Toyota Buatan Indonesia Nyaris Indonesia Banget


JAKARTA (DP) – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) tak cuma berbekal nama sebagai salah satu pelaksana produksi otomotif merek Toyota di luar Jepang, tapi perusahaan pimpinan Warih Andang Tjahjono ini benar-benar dapat membuktikan sebagai basis produksi mobil Toyota untuk pasar nasional dan global.

Dengan menyandang status sebagai salah satu basis produksi penting di kawasan Asia bagi Toyota, TMMIN terus berupaya meningkatkan Tingkat kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga mendekati 100 persen. Ini menjadi komitmen TMMIN dalam upaya mengembangkan industri otomotif nasional, bukan hanya berjualan.

Sektor industri adalah salah satu kunci penting pertumbuhan ekonomi sebuah negara, karena menyerap tenaga kerja dan mendorong peningkatan daya beli.

“Dengan daya saing yang tinggi, industri dalam negeri dapat mendorong terciptanya peluang ekspor. Tanpa industri dalam negeri yang kuat, peluang ekspor sulit untuk dicapai,” kata Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono pada acara ekspor CBU 1 juta unit di Jakarta, Rabu (5/9).

Baca juga:  Toyota Indonesia Kembali Sediakan Armada Buat Tenaga Medis

Di sisi lain, konsep peningkatan kandungan dalam negeri menjadi sangat strategis untuk dapat menciptakan kemandirian industri nasional terutama dari sisi volatilitas nilai tukar mata uang jika bahan baku industri masih tergantung dari material impor.

“Posisi Toyota Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor global Toyota di kawasan Asia Pasifik, memungkinkan Toyota Indonesia untuk berkontribusi dalam tiga hal. Pertama, pada upaya substitusi impor melalui lokalisasi produksi untuk pasar dalam negeri dan penciptaan pasar ekspor,” papar Warih.

Sebanyak lebih dari 90% volume penjualan produk kendaraan bermerek Toyota di Indonesia, lanjut Warih, merupakan produk buatan dalam negeri yang diproduksi oleh putra-putri bangsa Indonesia. Poin yang kedua, pada kinerja ekspor otomotif.

“Produksi kendaraan lokal ini juga dipasarkan ke pasar global, tepatnya ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, dan Timur Tengah, sehingga produksi lokal kendaraan bermerek Toyota menyumbang lebih dari 80% total ekspor kendaraan utuh dari Indonesia,” ujarnya.

Baca juga:  Inikah Tampang Toyota Yaris Facelift?

Sedangkan poin yang ketiga, sebagai jembatan bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) pemasok komponen kendaraan untuk dapat menembus pasar ekspor. Tingginya tingkat kandungan dalam negeri produk-produk Toyota yang saat ini mencapai 75% hingga 94%, menandakan bahwa hanya sebagian kecil dari komponen kendaraan bermerek Toyota yang menggunakan material impor, selain menyumbang pada penguatan pengembangan industri komponen lokal di Indonesia.

“Ke depannya, Toyota Indonesia berkomitmen untuk melakukan kerjasama erat dengan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mendukung pengembangan industri hulu dan industri kecil menengah untuk memperkuat struktur industri serta daya saing industri otomotif Indonesia, yang tentunya akan meningkatkan peluang ekspor otomotif dari Indonesia,” tutur Warih. [dp/TGH]