‘Model Seksi’ Ini yang Bikin Ekspor Toyota Sukses Selama 30 Tahun

JAKARTA (DP) – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mampu mendulang pencapaian positif pada sektor ekspor kendaraan merek Toyota secara utuh (Completely Built-up Unit/CBU) hingga kini. Periode Januari – Juli tahun ini pun terkerek 1,3% dibanding periode yang sama 2017.

Sepanjang periode tersebut, TMMIN berhasil mencatatkan angka ekspor ke sejumlah negara di dunia sebanyak 117.200 unit. Dari jumlah itu, produk SUV Fortuner menjadi kontributor terbesar ekspor sebanyak 30.900 unit.

Secara kumulatif, model yang diproduksi di pabrik Toyota Karawang Plant 1 ini telah mengumpulkan total volume ekspor lebih dari 410.000 unit sejak pengapalan perdana pada 2006, atau sekitar 30% dari total volume kumulatif ekspor CBU bermerek Toyota.

Model-model ‘seksi’ berikutnya yang menyumbang volume ekspor terbesar adalah Avanza sebanyak 21.900 unit, Agya 17.000 unit, Vios 15.800 unit, Rush 12.700 unit, Kijang Innova 4.200 unit dan produk CBU lainnya, yaitu Sienta, Yaris, Townace/Townlite sebesar 14.600 unit.

Baca juga:  TMMIN Raih Penghargaan PROPER 2026, Tegaskan Industri Hijau

Wakil Presiden Direktur TMMIN, Edward Otto Kanter, mengatakan performa ekspor Toyota sempat tertekan di semester pertama tahun ini karena situasi regulasi di negara tujuan ekspor.

“Namun berkat dukungan yang kuat dari Pemerintah Indonesia dan pihak-pihak terkait, kegiatan ekspor kami saat ini mulai berangsur membaik, dan diharapkan kembali normal dalam waktu dekat,” ujar Edward di sela-sela acara “Realisasi 1 Juta Unit Ekspor CBU” di Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/9).

Dilihat dari kebiasaan, lanjut Edward, pada umumnya tren ekspor di semester kedua kondisinya bakal lebih baik ketimbang di semester pertama. “Oleh karena itu, kami optimistis bisa mencapai pertumbuhan ekspor sebesar 10% seperti yang kami targetkan di awal tahun,” ungkapnya.

Jejak keberhasilan Fortuner juga diikuti oleh model sedan Vios dan Rush. Pada 2014, Toyota Indonesia memulai ekspor perdana Vios dalam jumlah signifikan ke negara Timur Tengah, dengan volume rata-rata 3.000 unit per bulan.

Baca juga:  TMMIN Raih Penghargaan PROPER 2026, Tegaskan Industri Hijau

Vios menjadi sedan pertama garapan anak bangsa yang mampu menembus pasar global dalam skala besar. Sejak April 2018, Rush mengalami perluasan ekspor secara bertahap ke Asia terutama Filipina, Timur Tengah serta negara berkembang lainnya.

Sebelum ekspansi ekspor ini, produk yang diproduksi di salah satu fasilitas produksi Toyota Group di Indonesia, Astra-Daihatsu Motor ini hanya diekspor ke Malaysia. Hal ini menujukkan upaya serius Toyota untuk menjadi produsen kendaraan yang berorientasi ekspor dengan memperhatikan tren konsumen global yang menghendaki model SUV dan sedan.

“Besarnya volume ekspor merepresentasikan bahwa produk otomotif model SUV dan sedan dari Indonesia cukup kompetitif sehingga bisa mengisi kebutuhan pasar global,” ujar Edward.

Selain dalam bentuk utuh, TMMIN juga mengekspor kendaraan terurai (Completely Knock-Down/CKD) sebanyak 25.500 unit, komponen kendaraan sebanyak 54 juta buah, mesin tipe TR 26.100 unit, serta mesin tipe NR 64.500 unit. [dp/MTH]

Previous articlePelabuhan Indonesia II Siap Jadi ‘Kawan Sejati’ Industri Otomotif Nasional
Next articleIni Bukti Toyota Buatan Indonesia Nyaris Indonesia Banget