‘Menguliti’ EQC Crossover, Senjata Baru Mercedes di Segmen EV


STOCKHOLM (DP) – Ketika Mercedes-Benz secara resmi memperkenalkan crossover listrik anyar bernama EQC, saat itu pula publik bertanya-tanya mengenai performanya. Bukan apa-apa, karena EQC adalah model listrik murni pertama Mercedes dan pabrikan mobil Jerman ini juga kondang dengan model-model berperforma tinggi.

Untuk pembangkit tenaga EQC adalah dua unit motor listrik, yang ditempatkan pada masing-masing as roda. Kedua motor listrik itu menghasilkan tenaga gabungan mencapai 402 hp dan torsi 564 lb-ft. Sedangkan baterai lithium-ion berkapasitas 80 kWh memberikan dorongan pada crossover mewah ini melaju hingga sejauh 200 mil (321 km) untuk sekali pengisian penuh baterai.

Berkat motor listrik yang bertenaga itu, EQC sanggup berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu 4,9 detik dan kecepatan puncak yang dapat diraih mencapai 112 mph (180 km/jam). Kedua motor listrik itu dikonfigurasi berbeda, dengan motor yang ditempatkan di as roda depan disetel untuk efisiensi pada kecepatan rendah hingga sedang, dan motor di as roda belakang untuk menambah performa dan pengemudian sporty.

Terdapat empat mode pengemudian yang bisa dipilih melalui Dynamic Select system, yakni Comfort, Eco, Max Range, Sport dan Individual. Untuk mode pendongkrak daya jelajah, seperti Eco dan Max Range, dapat memberikan feedback berupa getaran pada pedal gas, sehingga memberikan masukan kepada pengemudi untuk teknik pengemudian yang efisien daya. Lingkar kemudi juga dilengkapi pedal yang memungkinkan pengemudi mengatur kekuatan efek pengereman regeneratif, dengan pedal kiri untuk mengurangi pengereman regeneratif dan kanan untuk meningkatkan pengereman.

Baca juga:  Mitsubishi Motors Tampilkan SUV Listrik di Tokyo Motor Show 2019

Untuk mengisi daya baterai dari 10 persen hingga 80 persen dibutuhkan waktu sekitar 40 menit dengan menggunakan stasiun pengisian baterai cepat 110 kW DC. Model EV ini juga dibekali charger model AC berkapasitas 7.4 kW dengan pendingin air untuk dipakai di rumah dan stasiun pengisian standar di area publik.

Dari sisi gaya desain, eksterior EQC memiliki ciri khas crossover Mercedes seperti GLC tapi lebih futuristik. Mercedes menyebut gaya desain itu sebagai “avant garde electric look” dan akan menjadi ciri khas mobil-mobil listrik Mercedes di masa mendatang.

Bagi konsumen yang menginginkan gaya lebih agresif khas AMG, Mercedes menawarkan paket opsional AMG Line Exterior, dengan desain gril yang berbeda dari versi standar, juga tampilan depan dan belakang yang berbeda pula. Tak hanya itu, EQC versi AMG juga dilengkapi velg AMG sehingga mendongkrak penampilan model ini menjadi lebih gagah.

Baca juga:  Honda e Resmi Dijual Mulai Musim Panas 2020

Sedangkan untuk interiornya tetap mencirikan kabin Mercedes-Benz, dengan dilengkapi MBUX touchscreen infotainment system terbaru yang terpasang di bagian tengah depan. Sistem ini memiliki fungsi yang sama dengan yang terpasang pada kebanyakan model Mercedes lainnya, tapi untuk di EQC ditambahkan fungsi-fungsi spesifik untuk kendaraan listrik, seperti arus energi dan status pengisian baterai. Selain itu juga ada navigasi yang menunjukkan lokasi stasiun pengisian baterai terdekat.

Tak cukup di situ, fungsi pre-entry climate control bisa dikendalikan via MBUX system atau aplikasi Mercedes Me connect. Sistem ini memungkinkan pengguna menyetel waktu berangkat dan suhu interior yang diinginkan untuk perjalanan berikutnya. Kendaraan kemudian akan otomatis menghangatkan atau mendinginkan kabin hingga sesuai dengan suhu yang disetel sebelumnya.

Pada paket AMG Line Interior mencakup setir tiga palang AMG, pedal set AMG, jok sport kulit AMG, trim bercorak karbon dan karpet berlogo AMG.

Baca juga:  Mitsubishi Motors Tampilkan SUV Listrik di Tokyo Motor Show 2019

Daya tarik lainnya pada EQC adalah active safety systems dan semi-autonomous driving mode. EQC dilengkapi dengan semi-autonomous Driving Assistance Package, yang ditambahkan dengan predictive speed adjustment, active distance assist, active brake assist, dan juga evasive steering assist serta Pre-Safe-Plus collision avoidance.
Mercedes mengatakan sistem ini dapat menavigasi tikungan pada kecepatan hingga 130 km/jam, beroperasi di kondisi padat merayap dan menjaga jarak aman dari kendaraan di depan. Untuk model standar EQC juga dilengkapi active brake assist system yang dapat secara otomatis mengerem jika berpotensi tabrakan dengan mobil lain, ada objek, pejalan kaki atau pesepeda di depan kendaraan.

Sejauh ini Mercedes belum mengumumkan harga EQC. Tapi jika Mercedes menyebut EQC akan bersaing dengan Jaguar I-Pace dan Audi E-Tron, itu berarti harganya akan berada di kisaran $80.000 (Rp1,19 miliar) hingga $120.000 (Rp1,79 miliar). Rencananya, Mercedes EQC akan dipasarkan pada medio tahun depan. [dp/TGH]