174 SPBU Pertamina Siap Pasarkan B20

Foto: breakingnews.co.id

JAKARTA (DP) – Seperti telah diberitakan sebelumnya, Pertamina telah menyiagakan sebanyak 112 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) untuk menyalurkan Biodiesel 20 persen (B20) kepada pengguna akhir. Hal ini dilakukan usai diluncurkannya kebijakan Mandatori B20 oleh Pemerintah.

Untuk itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati melakukan sidak ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) Pertamina di SPBU 34.13102 Jl. Matraman Raya, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pengecekan di titik serah akhir pemasaran B20 yang mulai berlaku efektif per 1 September lalu.

Nicke menjelaskan, untuk memastikan produk dapat digunakan konsumen akhir terutama pada mobil pribadi berbahan bakar diesel, maka manajemen perlu meninjau kesiapan fasilitas dan pengelolaan SPBU yang umumnya dikelola oleh mitra bisnis Pertamina.

“Ujung tombak kesuksesan implementasi B20 salah satunya ada di SPBU, sehingga kami perlu dukungan pengusaha SPBU agar mereka dapat memaksimalkan penjualan solar B20. Tapi secara prinsip, outlet SPBU kami sudah siap pasarkan B20,” ujar Nicke dalam siaran resminya.

Baca juga:  Rombongan Ekspedisi Honda CR-V Turbo Susuri Pulau Jawa

Menurut Nicke, penerapan B20 Non PSO di Jakarta merupakan wilayah yang potensial karena hingga saat ini terdapat 216 SPBU yang menjual BBM Diesel. Dengan kebijakan baru ini, Pertamina akan menjual B20 di 174 SPBU di Jakarta.

Penjualan B20 di Jakarta akan dipasok dari Terminal BBM Jakarta Group yang telah mampu menyediakan 80,1 ribu kiloliter (KL).

Berdasarkan ketentuan, apabila Badan Usaha BBM tidak melakukan pencampuran, dan Badan Usaha BBN tidak dapat memberikan suplai FAME (Fatty Acid Methyl Ester) ke BU BBM akan dikenakan denda yang cukup berat, yaitu Rp 6.000 per liter.

Namun kata Nicke, produk B0 masih berlaku untuk beberapa produk. Pengecualian juga dapat diberlakukan, terutama terhadap Pembangkit Listrik yang menggunakan turbine aeroderivative, alat utama sistem senjata (alutsista), dan perusahaan tambang yang berlokasi di ketinggian.

“Pada produk solar tertentu masih terdapat pengecualian digunakan B0, khususnya produk setara Pertadex atau Diesel Premium,” ungkapnya.

Baca juga:  Berusia Setengah Abad Lebih, Pertamina Bagi-Bagi Hadiah

Sebagai BUMN utama di sektor Migas, Nicke berharap perluasan penggunaan B20 pada produk BBM Diesel ini dapat mendorong penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan bagi kendaraan pribadi, sekaligus dapat mengurangi impor BBM sehingga akan berdampak pada perbaikan neraca perdagangan dan penggunaan devisa negara. [dp/MTH]