Yamaha Siap ‘Menyengat’ dengan Motor Listrik Anyar


NEW DELHI (DP) – Yamaha Motor sepertinya tak ingin tertinggal dalam pertarungan di segmen sepeda motor listrik di pasar global. Untuk itu, pabrikan berlogo garpu tala ini sibuk mengembangkan platform anyar untuk motor bertenaga listrik.

Hal itu dibenarkan oleh Managing Director Yamaha Motor Research & Development India, Yasuo Ishihara, bahwa pihaknya tengah menyiapkan platform sepeda motor listrik baru yang akan digunakan pada sejumlah model roda dua listrik baik untuk pasar India maupun global.

Autocar Professional melaporkan bahwa 100 insinyur dari Jepang dan India serta beberapa negara lain sedang menggarap pengembangan beberapa model sepeda motor listrik di Yamaha.

Bahkan Yamaha sudah menjalin kesepakatan kerjasama dengan sejumlah pemasok komponen utama untuk pembuatan sepeda motor listrik.

“Kami selalu ingin mulai memproduksi produk baru berbasiskan platform global. Jadi sepeda motor listrik ini bukan hanya untuk pasar India, tapi juga untuk pasar global,” ucap Ishihara di sela konvensi tahunan SIAM ke-58.

Baca juga:  Mitsubishi Targetkan 150 Unit Per Bulan Untuk Diler Terbaru Ini

Sebenarnya kendaraan roda dua bertenaga listrik bukanlah hal baru bagi Yamaha, karena mereka sudah merilis produk ini di Jepang dan Taiwan.

Untuk mengatasi terbatasnya model kendaraan berteknologi listrik, Yamaha disebutkan akan mempertimbangkan untuk melakukan battery-swapping, atau saling bertukar baterai di antara jajaran model yang ada.

Untuk pasar India, beberapa merek lokal juga sudah bergegas dalam mengembangkan sepeda motor listrik, seperti Hero MotoCorp, Bajaj Auto, TVS Motor Company, dan Royal Enfield. Demikian juga dengan Suzuki Motorcycle India yang siap bertarung di segmen tersebut.

Pada ajang Auto Expo 2018 lalu, Yamaha India memamerkan konsep Yamaha Hyper Slaz, motor sport listrik yang desainnya mirip dengan Xabre.

Sejauh ini Yamaha belum mengungkapkan jadwal pasti untuk peluncuran model kendaraan listriknya, tapi ada kabar mereka akan memperkenalkannya untuk pasar India pada 2022. [dp/TGH]