Bermotor Afrika-Eropa-Indonesia: Mario Iroth Nikmati Trans-Siberia yang Dingin


Siberia – (DP) Melakukan penjelajahan bermotor di Siberia butuh ketangguhan. Bayangkan saja kalau musim dingin daerah ini bisa mencapai -30°C. Pada pekan kedua September 2018, Mario Iroth dengan ekspedisi bermotornya mengabarkan tengah menuntaskan riding di Siberia bersama Honda CRF250Rally.

Mario beruntung, bisa menjelajah di Jalur Trans Siberia ketika musim gugur. Meski begitu, dia tetap menemukan cuaca yang dingin dan basah. Pada musim gugur ini, Siberia lebih banyak hujan dan dingin. Honda CRF250Rally yang dibawa dari Jakarta masih tetap gagah menjadi tunggangan menjelajah dunia.

Pada speedometer, tercatat, sang motor telah berkelana sejauh 41.055 Km. sementara, waktu yang dihabiskan sudah 343 hari. Hanya dalam hitungan jari mereka sudah setahun melakukan penjelajahan bermotor.

Dengan nama Wheel Story Season 5, tahap pertama perjalanan adalah riding keliling Benua Afrika. Dalam perjalanan pulang, Mario bersama Lilis Suryani yang bertugas mengabadikan perjalanan dalam dokumentasi, melintasi Eropa dan Asia serta berakhir di Indonesia.

Baca juga:  Yuuk, Belanja Spare Part di AstraOtoshop.com

Mario mengabarkan, cukup lama tertahan di Moscow karena menunggu proses aplikasi visa ke negara Jepang. Prosesnya cukup lama, sementara visa Rusia-nya mendekati masa habis. Dari sini, masih sekitar 11.000 km menuju Vladivostok. Sementara jalur Trans Siberia semakin dingin dan basah karena mulai memasuki musim gugur, akan lebih banyak hujan dan dingin.

Mario hanya memegang single entry visa Rusia. Karena itu plan ‘B’ menjadi pilihannya. Mario harus keluar dari Rusia sebelum visa habis jika tak ingin kena deportasi. Akhirnya dia memilih ke Mongolia. Setelah visa Jepang didapat dilanjutkan denga apply visa Mongolia dari Moscow.

“Saya tidak mau kena masalah besar dengan visa. Saya membuat keputusan untuk mengirim motor Honda CRF250Rally lewat kargo ke Irkutsk sekitar 5.200 km dari Moskow dan saya akan menyusul naik kereta api trans Siberia setelah visa Mongolia selesai,” cerita Mario.

Setelah 5 hari tumpangi kereta Trans Siberia, Wheel Story tiba di Irkutsk dengan disambut hari yang cerah bertemperatur di bawah 15°C. Setelah mendapat penginapan mereka menjemput motor dari Gudang Kargo yang sudah sampai duluan.

Baca juga:  Hyundai Gandeng Maroon 5 Semarakkan Piala Dunia 2018 Rusia

Mereka mulai eksplorasi Siberia dengan bergerak ke arah timur danau Baikal. Mereka tinggal di desa kecil Baykalsk yang berada di sebelah selatan Danau Baikal, yang sangat dingin. Sayang hari itu danau Baikal berlatar belakang awan kelabu namun tetap enak dipandang. Danau terdalam di dunia ini dengan airnya yang bening membuat betah berdiri dipinggirnya.

Sambil menikmati angin sepoi-sepoi, sesekali warga lokal menyapa. Karena kendala bahasa Rusia, mereka pun ngobrol dengan mengandalkan google translate yang sukses menjadi penengah percapakan. Saking asyiknya bercengkrama dengan warga lokal hari itu, sampai tidak terasa kalau udara dingin sekitar 9°C.

Mario pun melanjutkan perjalanan yang dingin ini dengan mengikuti jalan trans Siberia yang sepi, tidak ada motor yang berpapasan. Terlihat hutan gelap dan desa kecil yang sepi pula. Beberapa sektor di jalan ini bergelombang, banyak lubang dan lumpur tebal kalau ada proyek perbaikan jalan.

Baca juga:  Sambil Camping, DAM Berbagi Ilmu Manajemen Klub

Awan gelap terus mengikuti sesekali menerobos gerimis dengan butiran air es menyapu wajah. Semakin sore semakin dingin. Mereka beruntung tiba di Ulan-Ude sebelum malam tiba. “Saya temukan hotel murah dipinggir kota lengkap dengan pemanas ruangan. Bayangkan saja kalau musim dingin daerah ini bisa mencapai -30°C,” ujar Mario.

Mario mengaku sangat beruntung dengan cuaca cerah beberapa hari kedepan. Langit yang biru dengan sinar matahari membuat jalanan kering dan terasa hangat walau sebetulnya temperatur maksimum hari itu berkisar 17°C asalkan jangan hujan.

Dari Ulan-Ude, Wheel Story Season 5 mengarah ke selatan. Dalam perjalanan mereka menikmati keindahan Danau Gusinoye, menikmati minuman hangat dari toko kecil di pinggir jalan dan juga jalanan berkelok dengan pemandangan perbukitan dan padang rumput yang luas. Jalan menantang ini akan membawa penjelajah tangguh Indonesia tersebut menuju Mongolia. [dp/ARH]