Kharisma Jimny Berbanding Terbalik dengan Uji Tabrak EuroNCAP

Foto: carmudi.com

HAMAMATSU (DP) – Kemunculan Suzuki Jimny untuk kesekian kalinya di Tanah Air terus mendapatkan respons positif dari masyarakat. Kata-kata yang terlontar dari pengunjung pun makin berdatangan tentang kapan unit ini mulai diniagakan di Indonesia, di bawah ‘tangan’ PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Selama 11 hari berlangsungnya pameran GIIAS di Jakarta, awal Agustus lalu, pun terbilang unit ini makin menjadi primadona. Bahkan, Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke booth Suzuki, langsung mengarahkan pandangannya ke arah unit Jimny yang dibalut warna Kinetic Yellow tersebut.

Namun, kharisma Jimny di hadapan publik Indonesia, bahkan dunia, pada tampilan terkininya justru berbanding terbalik kala European New Car Assessment Programme (EuroNCAP) melakukan pengujian untuk tingkat keselamatan dan keamanan pada mobil ini.

Berdasarkan hasil pengujian baru-baru ini, Jimny generasi terbaru tersebut ternyata menunjukkan hasil kurang menggembirakan. EuroNCAP hanya ‘bisa’ memberikan nilai 3 bintang untuk SUV mungil ikonik dari Suzuki ini.

Baca juga:  Ratusan Loyalis Toyota Avanza Ramaikan Jamnas TACI ke 2 di Yogyakarta

Sementara, lazimnya mobil keluaran terbaru, berdasarkan hasil pengujian tersebut selalu mendapatkan hasil sempurna yaitu meraih 5 bintang.

Foto: istimewa

Mengutip Top Gear, Jumat (21/9), uji tabrak pada Jimny 1.5L GLX menghasilkan rating perlindungan penumpang dewasa sebesar 73 persen, 84 persen perlindungan untuk anak-anak di kursi belakang, dan cuma 52 persen untuk pejalan kaki.

Dalam pengujian frontal offset (tabrak depan), kompartemen penumpang bagian depan mengalami deformasi (perubahan bentuk) setelah terbentur, khususnya sekitar frame pintu mobil.

Penumpang ‘dummy’ yang duduk di dalam tidak terlindungi pada bagian dada dan potensi kepala pengemudi terbentur dengan lingkar kemudi, meski memberikan perlindungan baik di bagian paha dan lutut.

Saat uji tabrak dengan kecepatan 50 km/jam ini, struktur rigid barrier juga dinilai tak bisa melindungi kepala penumpang belakang. Kontruksinya dinilai agak lemah, dan proteksi penumpang depan maupun belakang cenderung di bawah rata-rata.

Baca juga:  Warga Palu Dapatkan Servis Gratis Dari Suzuki

Hasil terburuk pada tes ini adalah tidak cukup banyaknya udara yang disediakan untuk mengembangnya airbag pada sisi pengemudi, mengakibatkan benturan langsung kepala pengemudi pada setir.

Foto: youtube

Hasil buruk lainnya juga ditunjukkan pada sistem pengereman darurat otomatis autonomous emergency braking (AEB). Sistem yang tersimpan masih membahayakan pejalan kaki saat tes kecepatan 30 km per jam pada siang hari.

Fitur tersebut juga tidak bisa menunjukkan kinerja yang maksimal bahkan cenderung buruk dalam kondisi di malam hari. Sebagai informasi, Jimny yang dipasarkan di Eropa telah dilengkapi dengan sistem self-braking.

“Dalam kondisi ini sistem tidak bisa memindai benda yang bergerak cepat seperti pengendara sepeda,” menurut rilis resmi dari Euro NCAP.

Hasil ini bukan kali pertama ‘dihadapi’ produk-produk Suzuki lainnya, yang hanya menerima 3 bintang. Suzuki Ignis untuk pasar Eropa saat uji tabrak Euro NCAP pada tahun lalu juga meraih nilai yang sama. Bahkan fitur AEB yang tersimpan pada Ignis lambat mendeteksi pejalan kaki.

Baca juga:  Ingin Mobil Seperti Ini? Siapkan Budget Rp1,5 Miliar

Begitu juga dengan Suzuki Baleno, yang tergolong tidak lebih baik dari Ignis berdasarkan pengujian pada tahun yang sama. Meski demikian, produk-produk tersebut tetap laris manis di pasar, terutama Indonesia. Lalu bagaimana dengan Jimny? [dp/MTH]