Model SUV Bakal Jadi Penopang Baru Performa Astra


JAKARTA (DP) – PT Astra International Tbk (ASII) berupaya memperbaiki kinerja penjualan kendaraan roda empat setelah hasil buruk pada tujuh bulan pertama tahun ini dengan mengandalkan penambahan kapasitas produksi model sport utility vehicle (SUV) untuk mempercepat layanan pembelian.

Penambahan kapasitas produksi ini akan membuat konsumen tak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan unit yang dibeli.

Sejak awal tahun ini, Astra tercatat telah meluncurkan 12 model terbaru dan empat model kendaraan yang diubah (revamped). Kendati begitu, pangsa pasar Astra justru menurun dari 56% menjadi 48% sepanjang paruh waktu pertama tahun ini.

Pada periode Januari hingga Juli 2018, total penjualan mobil Astra hanya mencapai 323.350 unit, turun 6,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang bisa menyentuh 346.583 unit. Perseroan mulai optimistis dapat memperbaiki kinerja setelah penjualan melonjak dua kali lipat pada Juli lalu menjadi 54.867 unit.

Baca juga:  Penjualan Toyota Avanza-Veloz di Tahun Ini Naik Sebesar 8,9%

Tergerusnya pangsa pasar dan turunnya penjualan dipicu oleh makin ketatnya persaingan di antara pabrikan. Bulan Juli, kapasitas produksi kendaraan jenis sport utility vehicle (SUV) Astra dinaikkan menjadi 13.000 unit per bulan, dari sebelumnya hanya 8.000 unit per bulan.

Selain tambahan kapasitas produksi, produk terbaru Toyota Rush dan Daihatsu Terios akan menjadi andalan untuk menggenjot penjualan. Kehadiran generasi baru di kelas SUV, akan mengoptimalkan penjualan kendaraan penumpang.

Perusahaan dengan kode emiten ASII akan terus aktif mengikuti pameran dan menawarkan program promosi.

Sedangkan analis PT Kresna Sekuritas, Franky Rivan, mengatakan penjualan sektor otomotif dalam laporan yang dirilis awal bulan ini mencatatkan kinerja positif. Pangsa pasar ASII untuk roda empat hingga Agustus sebesar 49,1%.

“Market share itu naik dibandingkan periode tujuh bulan tahun ini sebesar 48,9%. Adapun total penjualan roda empat di kisaran 763.400 unit, naik sebesar 6,6% secara year on year per akhir bulan lalu,” kata Franky dalam risetnya.

Baca juga:  Penjualan Toyota Avanza-Veloz di Tahun Ini Naik Sebesar 8,9%

Produk sport utility vehicle (SUV) seperti Toyota Rush dan Daihatsu Terios masih menjadi penopang, selain low cost green car (LCGC) yang secara mengejutkan melejit karena pasokan produk sejenis dari kompetitor terhambat.

“Prediksi kami pendapatan ASII dari roda empat masih akan ditopang dari SUV. Pangsa pasar delapan bulan ini juga semakin mendekati pangsa pasar 2017 yakni 53,6%,” papar Rivan.

Rivan mempertahankan rekomendasi ‘BUY’ dengan target harga senilai Rp9.100. [dp/TGH]