Etape I GSX150 Bandit Touring: Langsung Disuguhi Jalur Menantang


SURABAYA (DP) – Etape pertama perjalanan ‘GSX150 Bandit, Touring Teman Satu Tujuan’ meninggalkan kesan beragam dari para peserta turing, yang diikuti oleh para awak media dan perwakilan lady bikers.

Bagaimana tidak, jalur yang diambil pihak PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) justru melewati rute yang tidak lazim  dipergunakan oleh pecinta turing kebanyakan. Kesan menantang langsung terbias di muka begitu awal langkah perjalanan dimulai dari rombongan meninggalkan hotel di Surabaya.

Aceng Ulumudin, Sales Area East Java, Sulawesi & East Indonesia 2W Section Head PT SIS, mengaku bangga bahwa Surabaya didapuk sebagai titik awal keberangkatan turing perdana GSX150 Bandit.

Dia pun berpesan agar seluruh peserta tetap mematuhi peraturan lalu lintas di setiap kota yang dilewati. Dengan kata lain, ikuti seluruh arahan yang diberikan tim pengawalan dari petugas Kepolisian.

“Diharapkan ke-15 peserta turing tetap berkonsentrasi melewati seluruh jalur yang dilintasi. Bagaimana pun, rute yang bakal ditempuh ini tidak seperti kala pecinta turing lalui menuju Kota Surabaya,” jelasnya kala seremoni pelepasan rombongan, Senin (22/10) lalu.

Baca juga:  Pabrik Segera Berdiri, Hyundai Bakal Produksi Segmen Gemuk

Jalur yang ditempuh menuju titik finish di Tulungagung menuju Mojosari dengan melintasi Mojosari untuk menggapai jalur Pacet – Batu. Perjalanan awal memang dihiasi pemandangan khas kota Jakarta, yang padat dan membosankan.

Selepas dari keruwetan lalu lintas di Sidoarjo, dimulailah tantangan turing yang ‘dijanjikan’ oleh pihak PT SIS. Sejatinya, jalur menuju Pacet – Batu menyuguhkan pemandangan ‘ciamik’ karena tidak jauh dari Gunung Arjuna.

Panorama alam nan elok justru dihiasi tanjakan dan turunan, berikut tikungan-tikungan tajam serta landai terus dilakoni hingga jelang mencapai Tulungagung.

Tak hanya sampai disitu. Kondisi jalan serupa harus kembali dilalui peserta kala meninggalkan Kota Batu, Malang, menuju Kediri dengan melintasi Kabupaten Pare. Alhasil, konsentrasi dituntut agar lebih waspada.

Asst. to Department Head of Sales & Marketing 2W PT SIS, Mimuro Shunichi, yang turut dalam rombongan mengaku senang dengan rute yang dilewati. Adaptasi cepat mau tidak mau harus dilakukannya. Sebab, turing ini menjadi perjalanan pertamanya di Indonesia.

Baca juga:  Perluas Mobilitas Hidrogen, Toyota Gandeng Perusahaan Kereta

“Jalurnya keren, saya suka. (Turing) Ini yang pertama saya lakoni di Indonesia,” terangnya begitu sampai di Tulungagung. Sayangnya, Mimuro harus melewatkan etape-etape selanjutnya dikarenakan tugas.

Dibalik itu, PT SIS mengukur tingkat keiritan konsumsi bahan bakar (BBM) dari GSX150 Bandit. Dengan metode full to full, tergapailah efisiensi BBM dari seluruh peserta.

Sepanjang jalur Surabaya – Tulungagung, unit naked bike ini mampu menghasilkan tingkat keiritan hingga 53,33 km/liter. Sedangkan yang terboros tergapai 37,65 km/liter. [dp/MTH]