Keberuntungan Fadli Ananda di HJSC Putaran Keenam 2018

Fadli Ananda kembali mendulang podium pada seri keenam ajang HJSC 2018.

JAKARTA (DP) – Momen kemenangan yang dirasakan Fadli Ananda, saat seri kelima ajang Honda Jazz Speed Challenge (HJSC) lalu, kembali terulang di putaran keenam yang berlangsung akhir pekan kemarin (4/11), di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Pebalap asal Makassar yang bernaung di bawah Delta Garage ini seakan mulai menemukan ritme terbaiknya saat harus beradu cepat di atas lintasan.

Menurut pengakuannya, keberhasilan yang ia torehkan di dua seri kemarin adalah berkat faktor konsistensi dan feel yang telah menyatu dengan mobil. Sehingga, ia mampu memberikan performa terbaik saat balapan berlangsung.

Usai menerima podium kebanggaan, pebalap yang juga berprofesi sebagai dokter kandungan ini, mengatakan sangat senang atas jerih payahnya tersebut.

“Perasaan saya senang bisa dua kali naik podium di seri lalu dan seri ini. Seri sebelumnya saya podium ketiga, dan seri keenam ini saya kembali mengulang keberhasilan tersebut dengan podium yang sama,” ujar pebalap yang berlaga di kelas Promotion itu.

Baca juga:  Begini Cara Klub Pemilik All New PCX Mempertebal Silaturahmi

Sejatinya, kans dirinya untuk naik podium yang lebih tinggi sudah berada dalam genggaman. Namun, jam terbang yang dimilikinya memang belum bisa maksimal. Dirinya seperti kurang ‘pede’ saat berada dalam tekanan lawan.

“Ya, itu salah satu kelemahan saya (tidak bisa defense terhadap lawan), karena kurang latihan. Harusnya saya lebih susah untuk diovertake. Jadi salah satu pekerjaan rumah saya adalah melakukan offense dan defense agar lebih kompetitif ketika berada di atas lintasan,” imbuh Fadli.

Untuk terus mengasah kemampuannya, pebalap berjuluk ‘doctor racer’ ini rutin melakukan latihan dengan simulator game yang ada di kediamannya. Selain untuk melatih reflek, ini juga sebagai sarana ketika ia tidak bisa latihan langsung di sirkuit.

“Jadi saya latihan di simulator untuk meningkatkan keterampilan mengemudi saya dalam balapan. Karena untuk latihan di Sentul, itu kan terlalu makan waktu dan jaraknya juga terlalu jauh,” tutupnya Fadli. [dp/MTH]