Adira Finance Fokus Pada Pembiayaan Otomotif


JAKARTA (DP) – Memasuki usia ke 28 tahun, Adira Finance bakal makin memfokuskan pada sektor pembiayaan kendaraan bermotor. Sejumlah inovasi yang bertumpu pada penjualan pun turut berkontribusi besar pada peningkatan kinerjanya di sepanjang tahun ini.

Saat ini, Adira Finance tercatat membukukan aset sebesar Rp 48 triliun, dan mengklaim sebagai perusahaan pembiayaan terbesar di Tanah Air dengan jumlah konsumen yang mencapai lebih dari 3 juta orang.

Direktur Utama PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance), Hafid Hadeli mengakui berkembang pesatnya Adira Finance hingga saat ini tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan masyarakat sebagai partner Adira.

“Dengan jumlah nasabah mencapai 3 juta orang dan aset kelola tercatat lebih dari Rp 48 triliun, sebuah ukuran yang cukup besar bagi perusahaan pembiayaan,” ujar Hafid, disela-sela seremoni perayaan ulang tahun Adira Finance ke-28 di Jakarta, Selasa (13/11) lalu.

Baca juga:  Paket SMART Untuk Xpander Bikin 'Lega' Kantong Konsumen

Hafid menambahkan bahwa pihaknya bakal terus melahirkan inovasi-inovasi terbaru, baik itu dari sektor bisnis, even corporate social responsibility, hingga ke ranah digital yang sekarang ini makin diminati masyarakat.

Inovasi bisnis Adira Finance di ranah itu yaitu munculnya Momobil.id serta Momotor.id, platform jual-beli mobil serta motor online. Hafid mengklaim meski usianya belum setahun, kedua platform ini menghasilkan puluhan ribu traffic.

Untuk tahun ini, lanjutnya, Adira Finance mengalami pertumbuhan sangat positif. Hal itu ditopang oleh peningkatan signifikan dari pembiayaan kendaraan bermotor, serta inovasi perusahaan yang terfokus pada penjualan.

“Kalau dulu kami kurang fokus pada bidang penjualan, namun sekarang kami lebih fokus, untuk itu kami menggandeng beberapa dealer untuk mendapatkan nasabah,” kata Hafid.

Di sektor otomotif, pembiayaan kendaraan bermotor Adira Finance periode Januari-Oktober mencapai Rp 31,4 triliun. Angka ini naik 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya tergapai Rp 26,6 triliun.

Baca juga:  Inilah Pemenang Undian 'Kesamber' dari Adira Finance

Pertumbuhan ini dihasilkan dari semua segmen kendaraan, mulai dari pembiayaan mobil penumpang baru dan bekas, kendaraan komersial, hingga motor baru dan mobil bekas.

“Secara rinci, kontribusi untuk pembiayaan mobil dan motor baru tercatat 60%, lalu 20% untuk kendaraan bekas dan multiguna mencapai 20%,” tutup Hafid. [dp/MTH]