Perpisahan Emosional Renault dan Red Bull di Abu Dhabi


ABU DHABI (DP) – Setelah bergelut bersama dalam suka dan duka selama berlaga di balapan Formula Satu, akhirnya Renault sebagai pemasok mesin, harus mengakhiri kebersamaan dengan tim Red Bull Racing.

Kebersamaan keduanya berakhir pada Minggu (25/11) seiring berakhirnya seri balapan jet darat musim ini yang berlangsung di Abu Dhabi, yang dimenangi pebalap Mercedes, Lewis Hamilton. Kolaborasi antara Red Bull dan Renault termasuk salah satu kemitraan paling sukses di ajang balap Formula Satu.

Untuk menandai perpisahan itu, Managing Director Renault Sport Racing, Cyril Abiteboul, menghadiahi bos Red Bull, Christian Horner, sebuah mainan berbentuk tupai, yang menyimbolkan julukan Horner, yakni Si Tupai Pemarah.

“Mainan itu ada di tembok pit, saya menghabiskan balapan dengannya. Tupai yang terlihat pemarah,” kata Horner seperti dikutip Reuters.

Duet Red Bull-Renault yang pernah mendominasi ajang balap jet darat itu, belakangan diwarnai dengan kekecewaan Red Bull menyusul era mesin V6 turbo hybrid racikan Renault yang kurang ganas dan tidak tahan banting dibandingkan dua rival beratnya, yaitu Mercedes dan Ferrari.

Baca juga:  Toyota Rush Lebih Laris dari Fortuner

Red Bull akan membalap dengan mesin Honda musim depan, sedangkan Renault, yang membawa Daniel Ricciardo bersama mereka, akan fokus di tim pabrikan mereka dan Mclaren.

“Ketika satu babak usai, babak yang lain terbuka dan kami sangat menantikan musim 2019,” kata Horner.

Kemitraan Renault dan Red Bull telah membawa mereka memenangi 59 balapan dengan 160 podium, 60 pole position, 60 lap tercepat dan delapan juara dunia, empat di antaranya diraih Sebastian Vettel pada musim 2010-2013.

“Di Red Bull kami mememukan rekan yang bisa memberikan tantangan lebih,” kata Abiteboul.

“Bersama, kami telah meraih hasil yang luar biasa dan nantinya rekor kami akan dikenang,” kata dia.

“Kami berharap yang terbaik untuk Red Bull di langkah selanjutnya, dan kami menantikan persaingan kami di trek musim yang akan datang,” kata Abiteboul. [dp/TGH]