Sepeda Listrik ala Moge Ini Bisa Dipacu Hingga 35km/Jam

Foto: Tempo

YOGYAKARTA (DP) – Ingin punya sepeda listrik bergaya motor gede? Sediakan sedikitnya Rp 30 juta, kemudian hubungi bengkel Mobilijo di Yogyakarta. Dijamian, Anda akan menjadi pusat perhatian dan viral di media sosial.

Ini bisa dibuktikan ketika sepeda listrik bergaya motor gede itu, pekan lalu, menarik perhatian warga saat dibawa masuk ke halaman Gedung DPRD DIY.

Serperti dilaporkan Tempo.co, sepeda listrik dengan panjang  1,5 meter itu seluruh bodinya berlapis stainles krom, mengusung dandanan low ride lengkap dengan ring-ring roda jumbo di bagian depan maupun belakang. Sepasang pedal menjadi aksen unik di sela tampilan sangar sepeda listrik itu.

Namanya Seliged, singkatan dari Sepeda Listrik Gede. Sepeda listrik kustom ini merupakan garapan bengkel Mobilijo Yogya beralamat di perumahan Jatimulyo Baru, Kricak, Tegalrejo Yogya. Bosnya bernama Winawan, akrab disapa Wiwin Vegas.

Menurut Wiwin, ide awal kepikiran untuk membangun sepeda listrik, memang terinspirasi dari motor gede. “Saya awalnya terinspirasi motor-motor gede saat membangun sepeda listrik ini, tapi saya mau sesuatu yang lain, yang tak memakai BBM (bahan bakar minyak),” ujar Wiwin kepada Tempo.

Baca juga:  Xpander vs Avanza, Gagah di Awal Loyo di Akhir Ronde?

Wiwin mulai menggarap idenya itu pada 2016 dengan membuat eksperimen kurang lebih tiga bulan. Dimulai dengan menyiapkan seluruh rancang bangun sepeda itu dari nol.

Setelah semua rancang bangun selesai, dia juga menyematkan dinamo berdaya 1500 watt, sehingga membuat sepeda itu mampu digeber dengan kecepatan maksimal 35 kilometer per jam. Dinamo itu disematkan menjadi tromol roda depan.

Sedangkan untuk baterainya menggunakan jenis baterai berdaya 48 volt 20 AH. Baterai jumbo ini ditanam di bagian blok tengah layaknya mesin sepeda motor.

Dengan baterai tersebut, sekali pengisian sepeda yang diperkirakan berbobot 60 kilogram itu bisa menempuh jarak sampai 40 kilometer. “Kalau dikayuh memang lebih berat daripada sepeda biasa,” ujarnya.

Sementara untuk kaki-kaki roda juga dibangun sendiri dengan menggunakan pelek depan ring 26 dan belakang ring 14 sehingga memberikan kesan low ride yang kentara.

Penggunaan frame stainles dengan tujuan tak perlu pengecatan lagi untuk sepeda listrik itu. Wiwin mengakui bagian paling sulit membangun sepeda listrik gede itu saat berusaha mendapatkan posisi center pada bagian framenya.

Baca juga:  Yamaha MT-25; Sang Penguasa Jalanan Kian Maskulin dengan Warna Baru

Wiwin membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua bulan untuk membangun sepeda listrik gede itu. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat sepeda itu sekitar Rp 25 juta. “Paling mahal biayanya membangun sepeda listrik ini karena dinamonya masih impor, belum ada produk lokal,” ujarnya.

Tapi, kalau Anda mau pesan, harganya sekitar Rp 30 juta dan perlu menunggu sekitar satu bulan. Apalagi, saat ini pesanan dari berbagai kota-kota besar cukup banyak. [Dp/Gtm]