Prestasi Perdana Aldio Oekon di Kelas ETCC 2000 Pro

Aksi Aldio Oekon saat melakoni seri ketujuh Kejuaraan ETCC 2000 Pro di BSD City.

JAKARTA (DP) – Musim balap tahun ini menjadi puncak prestasi tertinggi bagi Aldio Oekon. Pebalap dari tim Pertamax Alta Racing ini mampu mengukir prestasi perdananya pada debut kejuaraan European Touring Car Championship (ETCC) 2000 Pro yang dilakoninya.

Gelar Juara Nasional diraih usai putera Donny M Oekon menjalani tujuh seri di kelas tersebut. Bukan bicara mudah untuk mencapai titel ini, terlebih di kelas Pro ini Aldio harus berhadapan dengan pebalap yang juga memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Bahkan ia sempat mengalami beberapa kali dalam kondisi titik terendahnya seperti saat dirinya sakit parah namun tetap harus ikut balapan. Naluri petarung di dalam diri Aldio, berhasil mengentaskan semua permasalahan tersebut.

“Alhamdulillah, setahun perjuangan tidak sia-sia. Mulai dari masalah mobil sampai harus pinjem mobil orang. Dan ada satu momen saya sudah leading di klasemen tapi harus mundur ke belakang. Saya bersyukur,” ujar pebalap yang menggunakan nomor 142 ini.

Baca juga:  Putaran Akhir Intersport World Stage 2018 Bakal Dikemas Menarik
Aldio Oekon berhasil meraih Juara Nasional kelas ETCC 2000 Pro

Bicara mengenai perjuangannya, bagi Aldio, memang tahun ini penuh dengan rintangan dan tantangan. Ia pun menceritakan perihal ujian paling berat yang harus dilewati di musim ini. Rupanya bukan hanya dari sisi teknis, melainkan juga ada faktor dari pribadi seorang Aldio Oekon.

“Ujian di musim ini ujian banyak, tapi kita tutup musim ini dengan sempurna. Yang paling berat adalah pas saya harus minjem mobil orang lain. Karena saya tidak tahu kondisi mobil ini seperti apa, tapi Alhamdulillah kita bisa menghasilkan prestasi di akhir musim ini,” tambah Aldio.

Setelah menjalani sebanyak tujuh rangkaian balap, pebalap yang akrab disapa Dio ini, menceritakan kunci keberhasilannya. Selain didukung dengan mobil yang prima, ia memiliki kunci sukses lainnya yang menurutnya sangat penting untuk mempertahankan performanya di atas lintasan.

“Poin pentingnya adalah konsistensi, yang membuat poin penting di dalam balapan hari ini adalah konsistensi tersebut,” pungkasnya.

Baca juga:  Rossi Senang Yamaha Tak Lagi Uji Motor di Jepang 2019

Di klasemen akhir, Aldio Oekon, mengantongi 100 poin. Sementara di posisi runner up, di tempati pebalap ABM Motorsport, Radityo Mahendra dengan 85 poin, yang kemudian di susul oleh Denny Rommel di posisi ketiga klasemen akhir atas 76 poin. [dp/MTH]