‘Perang Bintang’ Pebalap Supermoto di Seri Akhir TGA 2018 Malang


JAKARTA (DP) – Gerry Salim dan Dimas Ekky Pratama dipastikan bakal meramaikan seri pamungkas Trial Game Asphalt (TGA) 2018, yang berlangsung di Sirkuit Stadion Kanjuruhan, Malang, akhir pekan ini.

Persaingan ketat pun diyakini bakal semakin seru diantara para pebalap yang berlaga demi memperebutkan total hadiah senilai 150 juta rupiah.

“Final TGA di Malang menjadi perang bintang antar pebalap supermoto Indonesia dan dunia. Hingga saat ini telah tercatat 121 starter yang mendaftar melalui sistem online, mungkin masih akan bertambah,” tutur Mario CSP dari Djarum 76, disela-sela temu media.

Meski begitu, lanjut Mario, penambahan pebalap di seri terakhir nanti tergantung dari pihak penyelenggara yang akan menentukan jumlah agar sesuai dengan kondisi di lapangan nantinya.

Lewish Cornish siap menghadapi ketangguhan Dimas Ekky dan Gerry Salim.

Mario mengakui, hadirnya sejumlah rider papan atas dunia akan tersaji persaingan yang kompetitif. “Ini salah satu upaya kami mengangkat Trial Game Asphalt sebagai barometer extreme sports di Tanah Air,” tambahnya.

Baca juga:  Animo Peserta dan Penonton TGA 2019 Melonjak Drastis

Seperti diketahui, TGA telah memastikan tiga rider dunia guna meramaikan seri pamungkas, diantaranya Lewis Cornish, Germain Vincenot dan Jan Deitenbach. Ketiganya akan berlaga di kelas FFA 450 Internasional.

Perkara prestasi, ketiganya telah mengukir berbagai titel juara sepanjang karirnya. Mario berharap hadirnya mereka dapat memicu keahlian pebalap Tanah Air agar bisa menunjukkan skill-nya.

Hingga seri akhir ini, belum ada satupun gelar juara terkunci. Tahta juara masih sengit diperebutkan masing-masing kelas utama yaitu FFA 250, Trail 175 Open dan kelas Trail 175 Non Pro.

Sementara untuk kelas FFA 450 International memang hanya akan dilaksanakan pada seri Malang nanti. Gunawan Tjahyadi dari Genta Auto n Sport berencana untuk tahun depan kelas ini bakal digelar di tiap serinya.

Gunawan Tjahyadi dan Mario CSP.

“Rencananya (FFA 450) akan digelar tiap seri, namun untuk para rider internasional kemungkinan besar hanya ikut di seri pamungkas saja. Hal ini disebabkan oleh jadwal mereka yang harus mengikuti kejuaraan internasional,” ucap Gunawan.

Baca juga:  Animo Peserta dan Penonton TGA 2019 Melonjak Drastis

Gunawan mengatakan telah menata Sirkuit Kanjuruhan sedemikian rupa guna memberikan tantangan tersendiri bagi para pebalap Tanah Air dan Internasional. Dengan panjang lintasan hingga 1 km dan lebar 8 meter, dirinya mengaku sudah dalam koridor regulasi.

“Seting sirkuit sudah sesuai regulasi. Dipilihnya Sirkuit Kanjuruhan karena permukaan aspal punya karakter berbeda membuat para pebalap harus memiliki strategi tersendiri, termasuk dalam memilih ban ketika hujan turun,” tutup Gunawan. [dp/MTH]