Gerry Salim Geser Rider Top Dunia di TGA 2018


MALANG (DP) – Seri pamungkas kompetisi supermoto Trial Game Asphalt (TGA) 2018 yang digelar di Sirkuit Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, memang menjadi milik para rider Tanah Air.

Pemuncak klasemen Doni Tata Pradita akhirnya mampu mempertahankan titel jawara kelas FFA 250 dengan torehan akhir 225 poin. Bagi Doni ini merupakan kali kedua dirinya bertengger di podium teratas pada kelas tersebut, dan kembali menjadi juara umum seperti tahun lalu.

Sementara Gerry Salim tampil perkasa dan berhasil menyudahi perlawanan para pebalap top Eropa di kelas FFA 450 Internasional. Para rider top dunia ini seperti tidak berkutik atas kepiawaian Gerry di atas lintasan.

Sesuai prediksi awal, laga final TGA 2018 memang menyajikan persaingan sengit antar rider lokal maupun rider ‘bule’ sepanjang dua race yang digelar. Di tengah trek basah akibat guyuran hujan, para rider kembali mengeluarkan jurus tingkat dewa.

Kondisi ini bagai trek ‘neraka’ bagi Lewis Cornish (UK), Germain Vincenot (France), dan Jan Deitenbach (Germany), meski untuk Lewish sudah mencicipi trek tersebut sebelumnya.

Baca juga:  Sirkuit Boyolali Penentu Juara Umum FFA 250 TGA 2019

Selama dua hari, yakni free practice pada Jumat (14/12) dan race day di hari Sabtu (15/12), benar-benar atmosfer persaingan terlihat jelas dari masing-masing pebalap.

Sirkuit Kanjuruhan memang menjadi pertaruhan akhir bagi Doni Tata di kelas FFA 250 untuk bisa memboyong gelar juara umum. Dirinya mendapat perlawanan sengit dari Tommy Salim bahkan Gerry dan Dimas Ekky Pratama yang juga turun di kelas yang sama.

Berbekal podium pada seri-seri sebelumnya, kepercayaan diri Doni menjadi tinggi. Benar saja, meski hanya finish di urutan ke 4 (moto1) dan 5 (moto2) dengan raihan poin 34, Doni tetap memuncaki klasemen dengan total 225 poin. Sedangkan Tommy menguntit di posisi kedua dengan 203 poin dan Farudilla Adam dengan 119 poin.

“Saya berusaha mengamankan poin dengan tetap finish, menyempurnakan poin tertinggi agar tetap menjadi juara umum. Ini tidak mudah karena balapannya sangat kompetitif. Kami tidak hanya bersaing di sirkuit, tetapi juga berkompetisi dalam stamina mesin, performa mekanik, dan tentunya jam terbang pebalap. Itu merupakan tantangan, dan saya sangat gembira berhasil menjadi juara umum,” ujar Doni Tata.

Baca juga:  Tiga Rider Perancis Siap Panaskan Seri Pamungkas TGA 2019

‘Pertempuran’ tak kalah sengit juga terjadi di kelas FFA 450 International. Ketiga rider top dunia yang merupakan pemegang juara dunia supermoto dari berbagai kelas yang mereka lakoni, benar-benar mendapatkan lawan sepadan, sekaligus trek yang menantang.

Kepiawaian Gerry tercipta di sini dengan melibas dua podium utama sekaligus pada dua race yang dihelat. Pebalap kelahiran ‘Bonek’ Surabaya ini sukses mengasapi sang kakak dan Germain Vincenot. Bahkan, di race kedua Germain mengalami crash dan tidak bisa melanjutkan balapan.

“Germain menjadi lawan tangguh buat saya di balapan ini. Dia punya permainan yang bagus. Setiap kali masuk tikungan, Germain mampu bermain dengan slide yang sempurna. Tapi dari awal saya terus berusaha mencapai limit. Perjuangan saya terbayar karena bisa menjadi yang terbaik di kelas FFA 450 Internasional,” papar Gerry usai victory lap.

Gerry mengaku bangga mampu mengalahkan para rider top international ini. Meski begitu dirinya senang pihak 76RIDER telah mendatangkan mereka. Dengan begitu, balapan menjadi seru dan lebih kompetitif.

Baca juga:  Tiga Rider Perancis Siap Panaskan Seri Pamungkas TGA 2019

Perebutan gelar juara umum juga terjadi kelas Trail 175 Non Pro dan Trail 175 Open. Erick Chandra berhasil merajai kelas Trail 175 Non Pro dengan 202 poin, setelah finish tercepat dalam dua kali race.

Sementara pada kelas Trail 175 Open, gelar juara umum digenggam oleh Farudilla Adam. Finish kedua di Malang, pebalap kelahiran Malang ini berada di puncak klasemen dengan total 212 poin.

Keseruan tidak hanya terjadi di lintasan balap, Trial Game Asphalt juga secara serius menggarap sisi entertaiment di luar arena. Dengan konsep sportainment, perpaduan antara sport dan entertaiment mampu memuaskan “dahaga” ribuan penggemar supermoto yang hadir.

Performance musik terus mengiringi jalannya lomba hingga saat penentuan juara umum. Puncaknya, penutupan gelaran TGA 2018 membuat langit Malang berwarna-warni dengan pesta kembang api raksasa. [dp/MTH]