Operasi Lilin, Korlantas Terjunkan 200 Ribu Personel

JAKARTA (DP) – Kesiagapan Korlantas Polri menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru) melalui operasi kemanusiaan ‘Operasi Lilin’, demi terciptanya kondisi kondusif di jalan raya.

200 ribu personel bakal diterjunkan untuk memberikan pelayanan dan pengamanan terhadap arus mudik hingga balik libur Natal dan Tahun Baru. Para personel ini bakal dikonsentrasikan ke titik-titik yang dianggap berpotensi mengalami kemacetan, rawan kecelakaan, dan kejahatan.

Ketersediaan personel tersebut juga untuk mengantisipasi prediksi puncak arus mudik Natal yang jatuh pada hari ini, Jumat (21/12) dan arus baliknya pada 25 Desember nanti.

Sedangkan prediksi puncak arus mudik Tahun Baru jatuh pada 28 Desember dengan puncak arus balik Tahun Baru pada 1 Januari 2019.

“Personel untuk Pulau Jawa jumlahnya 50 ribu lebih dan di Jawa Timur 10 ribu lebih, selebihnya di wilayah Jabodetabek,” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol. Refdi Andri, M.Si, seperti dikutip NTMC Polri.

Dijelaskan Kakorlantas, angka kekuatan tersebut belum termasuk personil gabungan dari anggota TNI dan lembaga lainnya, Kemenhub, Jasa Raharja, hingga Kemenkes, maupun stakeholder lainnya.

Korlantas Polri terjunkan 200 ribu personel untuk pengamanan ‘Operasi lilin’.

Dalam gelaran pertemuan bersama manajemen PT Jasa Marga di kantor GT.Cikarut, Kakorlantas yang didampingi jajarannya turut pula AsOps Mabes Polri membahas kesiapan ruas tol Japek ‘Jakarta-Cikampek’ dalam menghadapi arus mudik dan balik ‘Nataru’.

Selain itu guna memastikan progres pekerjaan proyek LRT, Elevated KOC supaya tidak menggangu kelancaran arus kendaraan.

“Untuk prediksi kondisi traffic sendiri relatif lebih kecil, atau di bawah daripada arus mudik lebaran. Diperkirakan hanya mencapai 88.000 kendaraan baik saat puncak arus mudik Natal maupun Tahun Baru. Sedangkan arus balik diprediksi hanya mencapai 92.000 kendaraan,” tambahnya.

Sedangkan untuk progres proyek pembangunan, lanjut Refdi, aktivitas proyek pembangunan akan diberhentikan sementara terhitung pada tanggal 19-22 Desember, kemudian tanggal 25, 28, 29 Desember dan 1 Januari 2019.

“Strategi pengamanan Nataru sudah dipersiapkan dengan baik. Dengan mendistribusikan beban lalu lintas, optimalisasi kapasitas lajur, optimalisasi kapasitas gerbang tol, hingga pemberlakukan rekayasa lalu lintas Contraflow secara situasional,” pungkasnya. [dp/MTH]

Previous articleDP 0% Diprediksi Bakal Dongkrak Penjualan Sektor Otomotif
Next articleMajalah Mobilmotor Beri Gelar Mobil Terbaik Pada Pabrikan Perancis Ini