JAKARTA (DP) – Menjelang tutup tahun, sejumlah perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor jor-joran menawarkan paket kredit murah untuk mendongkrak penjualan. Meski tak terlalu signifikan kenaikannya, namun volume penjualan kendaraan roda empat (4W) dan roda dua (2W) pada November tahun ini telah melampaui proyeksi analis Samuel Sekuritas.
“Hingga akhir tahun ini, 4W akan inline atau 99,6% dari perkiraan kami, sedangkan 2W akan 5% di atas proyeksi kami,” tutur Analis Albertha Palma melalui analisis edisi Desember 2018.
Pada November tahun ini, volume penjualan 4W naik 4,2% YoY, walaupun turun 5,5% MoM, sedangkan 2W naik 9% YoY dan 3,8% MoM. Per November tahun ini, pertumbuhan lebih kuat, terlihat dari penjualan 4W yang naik 6,8% YoY dan 2W membesar 7,9% YoY.
“Dari sisi pencapaian, angka penjualan 4W di November ini melampaui ekspektasi kami atau lebih tinggi 8,9%, sedangkan asumsi per November 2018 menguat 1,24% atau lebih baik dari proyeksi kami dengan capaian 1.049.754 unit. Demikian pula dengan penjualan 2W di November ini yang naik 8,4% di atas perkiraan kami dan di periode serupa tersebut menguat 8,5% atau melebihi estimasi kami 11 bulan pertama tahun ini, yakni 5.437.017 unit,” paparnya.
Ia meyakini volume penjualan 2W dan 4W masih akan bertumbuh. Kenaikan volume penjualan 4W terutama akan didorong oleh DP 0% dan skema promo menarik lainnya.
“Channel checked kami menunjukkan, dua perusahaan pembiayaan telah menawarkan bentuk lain DP 0%. Skema pembayaran menarik tersebut membuat DP jauh lebih murah (hanya 8,4% dibandingkan skema biasa DP minimal 20%-30%),” ujarnya.
Adapun skemanya adalah cicilan per bulan sesuai tenor (misalkan 5 tahun, 60x cicilan), cicilan 3 bulan pertama dianggap DP dan mobil sudah bisa langsung dibawa pembeli setelah pembayaran pertama, sisa cicilan per bulan setelah DP dibayarkan dan jumlahnya sudah termasuk 3 bulan tersebut, sehingga tinggal 57x bayar selama 57 bulan.
Untuk 2W, katalis utamanya adalah ekspektasi terjaganya pertumbuhan penjualan ekspor sepeda motor yang akan menjadi bumper penting untuk mencapai target penjualan 2019 naik 4,8%YoY.
“Sejak mulai terlihatnya tanda stagnasi pergerakan harga komoditas dan berlanjutnya kekhawatiran pertumbuhan makro domestik tahun depan, kami memilih bersikap lebih moderat pada ekspektasi pertumbuhan volume penjualan 2W dan 4W tahun depan (lihat report bulanan sektor dan Astra International (ASII) kami sejak kuartal III 2018,” jelas dia.
Namun demikian, dari sisi persaingan pasar, ia meyakini Astra masih akan mendominasi, terutama didorong oleh rencana launching Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia terbaru pada kuartal I 2019. Per November 2018, Avanza dan Xenia masih mempertahankan posisinya sebagai mobil terlaris sepanjang 2018.
“Kami juga memperkirakan permintaan Mitsubishi Expander akan lebih moderat tahun 2019. Untuk 2W, kami yakin pangsa pasar Astra (khususnya Honda) akan tetap merajai pasar sepeda motor,” sambungnya.
Di tengah ekspektasi berlanjutnya katalis tahun depan, ia menyadari kenaikan suku bunga KKB akan menjadi ancaman utama yang dapat menekan volume penjualan. Namun demikian, data pertumbuhan kredit KKB dari OJK hingga September tahun ini, masih menunjukkan angka positif 14,5% YoY dan merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 5 tahun terakhir.
“Oleh sebab itu, saham sektor otomotif masih overweight dan rekomendasi beli ASII dengan target harga Rp9.120/saham,” terangnya. [dp/TGH]

