Xpander vs Avanza, Gagah di Awal Loyo di Akhir Ronde?


JAKARTA (DP) – Menarik mengamati persaingan antar dua agen pemegang merek (APM), PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dan Toyota Astra Motor (TAM), sepanjang 2018, terutama di segmen low MPV.

Toyota melalui Avanza sudah malang melintang di pasar otomotif Tanah Air lebih dari sedasawarsa lalu dan telah menjelma menjadi ‘mobil sejuta umat’ dengan selalu menjadi mobil terlaris, sementara Mitsubishi Xpander datang sebagai ‘anak bawang’ yang tampil fenomenal berkat gaya desainnya yang sporty dan segar, sehingga dengan cepat merebut hati konsumen Indonesia yang mungkin sudah bosan disuguhi model yang itu-itu saja.

Beberapa bulan sejak diluncurkan, Xpander pun mulai mengancam posisi sang legenda Avanza, bahkan juga ‘merusak’ pasar model low MPV dari APM lain. Sejak itu pulalah Xpander menjadi semacam musuh besar di segmen low MPV, terutama bagi Avanza.

Jika mengamati persaingan di segmen ‘gemuk’ ini, perseteruan Toyota Avanza vs Mitsubishi Xpander ibarat pertandingan dua petinju untuk memperebutkan gelar juara. Avanza, sang juara bertahan, harus berjibaku mempertahankan gelar melawan Xpander, sang pendatang baru.

Dalam pertarungan yang berlangsung sepanjang 12 ronde (Januari – Desember) 2018, keduanya bertarung sangat ketat. Berbagai gaya ‘pukulan’ dilancarkan, mulai dari promosi, strategi pemasaran dan lain sebagainya. Lalu, siapa pemenangnya?

Di ronde-ronde pertama, Avanza terlihat kewalahan menghadapi serangan bertubi-tubi Xpander dengan berbagai jurus ‘promosi’nya, dan Avanza pun terdesak. Media pun dengan cepat memberitakan ‘Xpander gusur singgasana Avanza.’ Menurut catatan dapurpacu.id, selama bertahun-tahun sejak Avanza diluncurkan, memang baru Xpander yang mampu menggeser posisi Avanza. Selama beberapa bulan, mulai dari Februari, Maret, April dan seterusnya, Avanza masih belum mampu merebut kembali singgasananya.

Baca juga:  Akhirnya Toyota Punya SUV Listrik Akhir Tahun Ini

Namun pertarungan belum berakhir bagi Avanza. Berbekal pengalaman sebagai pemegang sabuk juara di kelasnya, Avanza melakukan perlawanan di ronde-ronde akhir. Avanza mulai mengeluarkan pukulan mautnya, yang membuat Xpander terlihat goyah dan limbung. Puncaknya terjadi pada Oktober dan November, di mana Avanza kembali unggul dalam persaingan merebut banyak angka penjualan.

Bagaimana akhir dari ‘duel’ kedua MPV ini? dapurpacu.id masih harus menunggu update data yang dikeluarkan Gaikindo untuk penjualan Desember. Namun, kalau Anda penasaran, kami memiliki data penjualan mobil di Indonesia sepanjang Januari – November 2018 yang meningkat 7% dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu 994.799 unit, naik menjadi 1.063.464 unit.

Toyota Astra Motor (TAM) menjadi pemimpin pasar, dengan wholesales (dari pabrik ke diler) sebanyak 325.500 unit. Terjadi penurunan sedikit, karena di periode yang sama tahun lalu, jualan Toyota lebih tinggi, yaitu 347.626 unit.

Avanza masih menjadi andalan Toyota, meski mendapat serangan dari para kompetitor, tidak hanya dari Mitsubisihi Xpander, tetapi juga dari model low MPV lainnya. Mobil ‘sejuta umat’ ini masih terjual sebanyak 75.493 unit.

Baca juga:  Merasakan Aura Segar Honda Mobilio Facelift

Mari kita lihat bagaimana pesaingnya, Mitsubishi Xpander. Seperti ilustrasi di atas, di awal 2018, setelah diluncurkan pada ajang GIIAS 2017, penjualan Xpander langsung melejit. Dengan tampilan bodi yang lebih bongsor dan fitur berlimpah, membuat konsumen banyak yang beralih dan membeli Xpander.

Ribuan SPK diperoleh, akibatnya daftar inden pun sangat panjang, sehingga membuat Mitsubishi kewalahan dan terpaksa harus menambah kapasitas produksi tahunannya. Ditambah lagi dengan permintaan dari pasar global yang angkanya juga cukup menggiurkan. Melalui Xpander, Mitsubishi seperti mendapatkan durian runtuh.

Namun, yang terjadi di penghujung tahun 2018 ini, MPV andalan Mitsubishi ini hanya berada di urutan kedua dengan total penjualan 71.219 unit, kalah dari Avanza. Sepanjang November 2018, Xpander hanya terjual 5.094 unit atau ada selisih 2.400 unit dengan Toyota Avanza.

Yang menarik, kedigdayaan Xpander yang mengandalkan gaya desain agresif itu juga mulai ‘terganggu’ oleh jagoan Toyota lainnya, yakni Rush atau bahkan Innova. Belum lagi kembaran Rush, yakni Daihatsu Terios, dan juga Suzuki Ertiga, yang juga mulai kebanjiran pembeli.

Apa yang menyebabkan Xpander tersungkur di ronde-ronde terakhir? dapurpacu.id mencoba memberikan analisis, seperti kemungkinan konsumen belum terlalu yakin dengan nilai jual kembali Xpander jika dibandingkan dengan Avanza yang sudah teruji di pasar mobil bekas.

Kemungkinan lain, bisa jadi konsumen lelah menunggu, karena pesanan mereka tak kunjung datang, akibat inden yang terlalu panjang, sehingga mereka melirik merek lain. Namun menurut MMKSI, jumlahnya tidak begitu banyak. Jadi tidak relevan kalau hal ini menjadi salah satu penyebab menurunnya penjualan Xpander.

Baca juga:  Janji Hino Penuhi Kebutuhan Konsumen di Jawa Barat

Sampai sejauh ini, Mitsubishi memang belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dengan menurunnya penjualan Xpander dalam beberapa bulan terakhir menjelang tutup tahun 2018.

Pertarungan antara Xpander dan Avanza memang belum berakhir. Tapi secara kumulatif, dapat dipastikan Avanza juara dalam menangguk penjualan selama 2018. Sementara pada 2019 adalah babak baru pertarungan keduanya yang akan segera dimulai. Toyota sudah mulai mempromosikan jagoannya, yang kabarnya akan menggunakan kostum baru alias facelift. Foto-fotonya pun sudah beredar di dunia maya.

Kubu sebelah pun tak mau kalah. Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Naoya Nakamura, mengatakan sedang menyiapkan strategi baru untuk Xpander ke depannya agar lebih diterima konsumen di Indonesia.

“Kami juga sudah ada rencana untuk meningkatkan fitur pada Xpander,” jelas Nakamura yang enggan menjelaskan fitur apa yang dimaksud. Nakamura menambahkan siap meladeni kehadiran Toyota Avanza baru di Indonesia.

Sepertinya pertarungan keduanya pada 2019 lebih menarik dan lebih fair, karena Avanza tak lagi mengandalkan tampilan ‘kuno’ untuk menghadapi Xpander dan model lain yang memiliki tongkrongan lebih modern dan segar.[Dp/Gtm]