The Little Monster Bertekad Pertahankan Podium di Reli Dakar 2019


PERU (DP) – Kompetisi Dakar Rally 2019 telah dimulai 7 Januari lalu, dan menjadi penampilan berikutnya dari bapak dan anak, Yoshimasa dan Teruhito Sugawara, dengan truk Hino. Dua tim balap diturunkan guna melakoni reli di Gurun Pisco, Peru.

Menggunakan Hino 500 Series, atau di Indonesia dikenal sebagai New Generation Ranger, ‘The Little Monsters’ ini kembali menargetkan titel juara untuk di bawa pulang di kelas under 10 Litre.

Untuk Hino Team Sugawara, truk pertama dengan nomor punggung 517 ditunggangi oleh Yoshimasa yang merupakan pebalap tertua di ajang ini, yaitu berusia 77 tahun dan tercatat dalam Guinness world record.

Sedangkan tim kedua dinahkodai oleh sang anak Teruhito dengan nomor peserta 510 pada lambung truk. Reli terganas di dunia ini akan berlangsung hingga 16 Januari nanti, dan hanya dilaksanakan di gurun tersebut.

Balapan dibagi dalam 10 stage dengan jarak tempuh 5.598 km, sedangkan untuk spesial stage (SS) berjarak 2.954 km. Bagi Yoshimasa, reli kali ini menjadi penampilannya yang ke 36.

Baca juga:  Airlangga: Dunia Otomotif Melekat Erat Pada Jokowi

Gurun Pisco di Peru menjadi special stage terberat dimana tahun lalu banyak dari pebalap yang gagal melanjutkan lomba di lintasan ini. Selain itu, 70% dari balapan tahun ini akan melintasi kawasan gurun di negara yang berada pada kawasan Amerika Selatan ini.

Khusus untuk truk no 2, telah mengembangkan truk baru termasuk mengupgrade dapurpacu guna memaksimalkan output mesin dari sebelumnya 700 ps menjadi 750 ps. Selain itu, bagian sasis juga diperkuat dan penggunaan wheelbase yang lebih panjang, serta suspensi kabin yang baru untuk mengurangi getaran selama reli berlangsung.

Hino terus menjuarai kategori in the under 10-Litre Class selama sembilan tahun berturut-turut, dari tahun 2010 sampai 2018. Disisi lain, Tim Hino Sugawara merupakan satu-satunya tim asal Jepang yang berlaga di kategori Truk untuk bertanding dalam ajang tersebut.

Sepanjang balapan, Teruhito akan menjadi leader mengawal kedua 500 Series, dan dirinya mengaku perlu fisik yang prima melihat beberapa stage akan dilakukan secara marathon.

Baca juga:  Colt Diesel Masih 'Rajanya' Booth Mitsubishi Fuso di GIIAS 2018

“Di Stage 4 akan menjadi marathon, artinya kita tak akan ada tempat peristirahatan dan tak ada dukungan mekanik untuk memeriksa kondisi kendaraan,” buka Teruhito.

“Bila ada kendala yang terjadi, navigator dan saya akan menangani sendiri masalahnya. Kewaspadaan perlu ditingkatkan karena bisa saja kehilangan waktu akibat tak ingin beresiko dan memperlambat.”

Teruhito berharap dukungan tambahan mekanik pada kondisi tersebut, dan pastinya akan meningkatkan pencegahan. Karena di akhir etape, masing-masing mekanik punya tanggung jawab berbeda dimana mereka akan memeriksa kondisi dan penggantian komponen sebelum terjadi kerusakan.

“Prosedur ini memungkinkan kami untuk terus memacu lebih agresif pada hari berikutnya,” pungkas Teruhito. [dp/MTH]