Perburuan Perdana Toyota di Ajang Reli Terganas di Dunia


PERU (DP) – Toyota Gazoo Racing South Africa bakal memaksimalkan performanya untuk dapat memboyong kemenangan pertama mereka di tahun ini. Absennya Peugeot pada gelaran reli cross-country paling bergengsi tahun ini memberi Toyota peluang untuk berjaya.

Tiga unit HiLux telah disiapkan untuk berlaga di reli Dakar 2019, yang berlangsung di Gurun Pisco, Peru, 7-16 Januari, dengan susunan pereli De Villiers/Von Zitzewitz, Al Attiyah/Baumel dan Ten Brinke/Périn.

Dua tahun terakhir, Toyota hanya kalah dari Peugeot yang sangat mendominasi dengan Stephane Peterhansel (2017), dan Carlos Sainz (2018). Tahun lalu, Nasser Al-Attiyah dan Giniel de Villiers bahkan menempati posisi kedua dan ketiga klasemen akhir.

“Tahun lalu target kami juga menang, tapi tahun ini kami harus melakukannya. Kami memiliki mobil bagus, pereli mumpuni, dengan tim yang sama dari tahun lalu. Itu adalah kontinuitas yang positif,” ujar manajer tim, Glyn Hall, seperti dilansir Motorsport.

Baca juga:  Ini Biaya Kepemilikan All New Ertiga Selama Lima Tahun

Line-up Toyota semakin lengkap dengan hadirnya pebalap ketiga yaitu Bernhard ten Brinke, yang tahun lalu berhasil mempersembahkan satu kemenangan stage.

Toyota mendapat perlawanan sengit dari X-raid Mini team, yang merekrut tiga pebalap pabrikan Peugeot untuk mengendarai mobil ‘bug’ mereka, dan juga menurunkan lima mobil 4×4. Selain itu, Sebastien Loeb juga patut diperhitungkan.

“Kami berharap bisa melakukan pekerjaan sangat baik. Kami harus memberikan Toyota kemenangan pertama, yang belum mereka raih,” tambah de Villiers, yang pernah menjuarai Dakar 2009.

“Kami memiliki tekanan sama seperti tahun lalu dengan Peugeot. Saya rasa kami mungkin memiliki peluang sedikit lebih besar saat ini, karena tak ada tim pabrikan (Peugeot), namun ini akan jadi balapan sulit. Tim yang melakukan kesalahan paling sedikit akan menang,” tambahnya.

Al-Attiyah, yang menang dengan Volkswagen (2011), dan Mini (2015), yakin akan peluangnya di tahun ini jika melihat rute yang didominasi bukit pasir.

Baca juga:  Punya Aplikasi ini, Bisa Boyong Motor Piaggio Gratis

“Musim lalu kami memiliki peluang besar untuk menang, namun kami memiliki masalah teknis. (Sementara) Peugeot memiliki empat mobil, dan mereka saling membantu satu sama lain,” tambah Attiyah, yang juga meramaikan Asian Games 2018 di cabang olahraga menembak.

“Tahun ini kami coba memberi Toyota kemenangan bersejarah di Dakar. Ini adalah (rute) Dakar favorit saya, dengan 70% didominasi bukit berpasir.”

Untuk persiapan mobil, Hall membeberkan timnya hanya melakukan perubahan minor pada Toyota Hilux, yang juga mereka gunakan di ajang yang sama tahun lalu.

“Basisnya masih sama, kami mengubah sistem pendingin karena kami terlalu banyak mengalami masalah pendinginan tahun lalu,” terangnya.

Selain itu, lanjut Hall, tim juga melakukan perubahan di sektor suspensi dan peredam kejut, agar pebalap semakin nyaman karena posisi jok terlalu tinggi.

“Kami juga menggunakan pembatas udara yang 1 mm lebih kecil dari tahun lalu, yang berdampak penurunan tenaga 5%. Namun, kami juga sedikit mengubah karakteristik mesin,” pungkasnya. [dp/MTH]