Toyota Punya Teknologi Keselamatan Terinspirasi Pesawat Tempur


LAS VEGAS (DP) – Ketika pabrikan lain sibuk mengembangkan teknologi otonom yang mengabaikan peran manusia, Toyota justru membuat teknologi swa kemudi yang tetap melibatkan peran pengemudi.

Di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2019 yang dihelat di Las Vegas pekan ini, Toyota Research Institute (TRI), perusahaan milik Toyota yang mengembangkan teknologi pintar, menguak detail dari teknologi pendukung tugas pengemudi bernama Guardian.

Tak seperti teknologi pabrikan lain yang tak lagi membutuhkan peran pengemudi sama sekali, Guardian justru tetap membutuhkan manusia untuk mengendalikan kendaraan.

Toyota menyebut Guardian dirancang untuk memperkuat peran pengemudi dalam mengendalikan kendaraan, bukan malah membebastugaskan pengemudi sama sekali. Selain itu, Guardian juga dapat membantu menghindarkan kendaraan dari potensi kecelakaan ketimbang mengendalikan penuh kendaraan.

Dalam CES 2019 ini, teknologi Guardian dicangkokkan pada mobil prototipe Lexus LS 500h yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa yang diberi nama TRI-P4.

Baca juga:  All New Toyota Corolla Altis Hybrid Meluncur 12/9, Anda Mau Beli?

Dr. Gill Pratt, CEO TRI dan perwakilan dari Toyota Motor Corporation, menjelaskan bagaimana ketika mobil tes yang menggunakan teknologi ini dikemudikan dengan mode manual dan menonaktifkan mode otonom. Hasilnya, kendaraan tes itu mengalami kecelakaan tiga kali di jalan bebas hambatan California.

“Setelah kami mengunduh data kecelakaan itu, kami bertanya kepada diei kami sendiri; apakah kecelakaan itu bisa dimitigasi atau dihindari dengan sistem keselamatan otomatis Toyota Guardian? Kami yakin jawabannya adalah bisa,” ucapnya.

Dari situlah kemudian Toyota Research Institute sepanjang tahun lalu menciptakan teknologi yang menggabungkan dan mengkoordinasikan antara keahlian dan kekuatan manusia dengan mesin.

Teknologi ini terinspirasi dari pesawat jet tempur modern, di mana pilot tidak secara langsung menerbangkan pesawat. Akan tetapi keinginan pilot itu diterjemahkan oleh sistem kendali penerbangan level rendah yang melakukan ribuan penyesuaian dalsm sedetik untuk menstabilkan pesawat.

Baca juga:  Kemeriahan Festival Avanza-Veloz Sebangsa di Kota Bumi Sriwijaya

Toyota yakin teknologi ini tidak mengubah peran manusia dengan mesin, dan yang diharapkan adalah pengemudi dan sistem Guardian bekerjasama sebagai sebuah tim untuk mengekstraksi input terbaik dari keduanya.

Itu artinya, pengemudi akan selalu memegang kendali, sedangkan teknologi Guardian memberikan koreksi pengemudian, akselerasi dan respons pengereman untuk menghindari kecelakaan.

Toyota sendiri sangat yakin dengan cara kerja teknologi ini, dan ke depan pihaknya akan menawarkan Guardian system ke pabrikan mobil lain. [DP/TGH]