Demi Menangi Persaingan Global, Ini yang Dilakukan Toyota Indonesia


JAKARTA (DP) – Ada berbagai strategi yang dilakukan pabrikan otomotif untuk memenangi persaingan. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) juga punya strategi khusus untuk dapat bertarung di kancah global. Bagaimana caranya?

Perusahaan manufaktur otomotif yang dimiliki Toyota Motor Corp. ini berkomitmen untuk terus meningkatkan komponen lokal dalam setiap produknya demi menjaga daya saing dan memenangkan persaingan global.

“Peningkatan kandungan lokal murni produk, yang dimulai dari penggunaan sumber material dalam negeri, menjadi upaya yang fundamental untuk menjaga daya saing,” kata Direktur Administrasi, Corporate & External Affairs Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, di Jakarta, Senin (11/2).

Kondisi neraca perdagangan di sektor hilir yang positif, menurut Bob, masih menyisakan pekerjaan rumah di dunia industri otomotif nasional. Sebab pada kenyataannya, neraca perdagangan di sektor hulu rantai suplai otomotif, terutama di level pemasok komponen lapis kedua dan ketiga, dinilai negatif.

Baca juga:  Toyota Indonesia Terus Dukung Sektor Pariwisata

“Salah satu penyebab permasalahan ini adalah masih banyaknya bahan mentah dan bahan baku industri manufaktur otomotif yang bersumber dari material impor. Hal inilah yang kemudian turut mempengaruhi TKDN produk otomotif Indonesia,” papar dia.

Bob menyatakan, pendalaman TKDN masih merupakan isu yang serius, karena pada umumnya menjadi beban tanggung jawab industri kecil yang berperan sebagai supplier di lapis kedua atau ketiga.

“Inefisiensi menjadi salah satu kendala mendasar operasi bisnis industri kecil di Indonesia. Untuk memerangi ketidakefisienan, maka diperlukan upaya berkelanjutan dalam membangun SDM, terutama pembekalan keterampilan dasar,” ujar Bob.

Perihal upaya memperbaiki TKDN murni atau true localization, menurut Azam, sejak 2004 TMMIN telah menggunakan baja lokal untuk bagian-bagian kendaraan tertentu. Pada 2017, dua jenis bahan mentah, yaitu resin dan non-woven fabric berhasil dilokalkan, setelah pada 2016 melokalkan engine oil lubricant.

Saat ini, TMMIN sedang dalam proses riset dan pengembangan penggunaan aluminium lokal untuk dipergunakan pada velg. TKDN murni produk Toyota berada di angka 65%, ke depannya Toyota menargetkan bisa mencapai lokalisasi hingga level 80% pada 2020. [dp/PNB]