Pertamina Perbanyak lokasi BBM Satu Harga di Wilayah Sumatera


MEDAN (DP) – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menjadi area yang mewujudkan BBM Satu Harga dengan lokasi terbanyak di Sumatera. Dari 125 lembaga penyalur BBM Satu Harga nasional, 22 terdapat di Sumatera bagian Utara (Sumbagut).

Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak ketiga setelah Papua dan Kalimantan. Rencananya, tahun ini akan ditambah lagi dua lembaga penyalur BBM Satu Harga di kepulauan Nias.

Sebelumnya, selama periode 2017 – 2018, total sebanyak enam lokasi BBM Satu Harga sudah beroperasi di sana (Nias), dengan rata-rata penyaluran sebanyak 400 Kilo Liter (KL) Premium dan 180 KL Solar per bulan.

General Manager Pertamina MOR I, Agustinus Santanu Basuki, mengatakan tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan aksesibilitas dan ketersediaan BBM ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Sumbagut.

“Moda transportasi penyaluran menggunakan moda darat dan laut. Untuk moda darat, medan yang cukup berat dan kondisi keamanan di jalan menjadi hambatan terbesar, sehingga perlu pengamanan khusus dari TNI/Polri,” ujar Santanu, dalam siaran resminya, Minggu.

Baca juga:  Pertamina Targetkan 160 Titik BBM Satu Harga Tahun ini

“Sedangkan untuk moda laut, kondisi cuaca dan ombak yang ekstrem seringkali menjadi tantangan yang harus kita hadapi,” tambahnya.

Tahun lalu, Pertamina MOR I menyalurkan rata-rata 904 KL Premium dan 865 KL Biosolar per bulan ke seluruh lembaga penyalur BBM Satu Harga di wilayah Sumbagut.

Adapun lokasinya yaitu tiga lokasi di Provinsi Aceh, lima lokasi di Sumatera Utara, enam lokasi di Sumatera Barat, satu lokasi di Provinsi Riau, serta tujuh lokasi di Provinsi Kepulauan Riau.

“Sebelum adanya program ini, harga BBM berkisar Rp 9.000 hingga Rp 10.000 per liter. Dengan program ini, harga BBM turun menjadi Rp 6.450 untuk Premium dan Rp 5.150 untuk Solar,” imbuh Santanu.

Menurunnya harga BBM, pada gilirannya berdampak pada geliat ekonomi masyarakat. Di wilayah Kepulauan Nias, misalnya. Masyarakat Nias yang mayoritas adalah nelayan, kini dapat melaut dengan biaya lebih efisien dan lancar. [dp/MTH]