Menatap Prospek Selamat Sempurna di Bisnis Komponen Otomotif Global


JAKARTA (DP) – Produsen suku cadang mobil, PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), akan fokus ke pasar ekspor dengan menghasilkan produk utama berupa filter dengan merek Sakura. Selain filter, SMSM juga memiliki produk berupa radiator yang berada di bawah merek ADR dan pembuatan bodi kendaraan hanya untuk pasar domestik.

“Pertumbuhan Earning Per Share (EPS) SMSM sebesar 12% hingga akhir 2019 berkat tingginya permintaan akan produk alat berat, baik di pasar global maupun domestik,” kata Kepala Riset Artha Sekuritas Indonesia, Fredrik Rasali, dalam risetnya.

Menurut Fredrik, SMSM memanfaatkan pasar internasional melalui kemitraan strategis. SMSM memproduksi filter sebagai produk utama yang memberikan kontribusi total penjualan sebesar Rp1,6 triliun pada kuartal III 2018 atau setara dengan 55,7% dari total penjualan.

“Sebesar 84% dari total produksi dijual ke pasar global melalui kemitraan dengan Donaldson Co. Inc, pemimpin dunia untuk industri filtrasi yang berbasis di AS. Kemitraan ini disegel di bawah PT Panata Jaya Mandiri (PJM) di mana SMSM memiliki 70% saham di perusahaan tersebut,” papar dia.

Baca juga:  Honda Bukukan 388 SPK di IMOS 2018, PCX dan Vario Terbanyak

Saat ini, lanjut Fredrik, SMSM tengah beralih ke produk dengan margin lebih tinggi. SMSM menjual filter otomatis yang digunakan oleh mobil penumpang.

“Filter otomatis relatif memiliki margin lebih rendah dibandingkan dengan filter yang digunakan oleh alat berat. Dengan meningkatnya permintaan global dan domestik untuk alat berat, SMSM dapat menangkap peluang untuk meningkatkan margin untuk produk filter,” ujarnya.

Fredrik menilai, SMSM rutin melakukan pembayaran dividen triwulanan kepada investor.

“Kami menyukai komitmen SMSM dalam membayar dividen kepada investor. Perusahaan secara konsisten membayar dividen selama 13 tahun terakhir berturut-turut dengan rasio dividen rata-rata 65%,” tutur Fredrik.

Adapun pembayaran dividen terkini untuk 2017 adalah 66% sama dengan Rp57,42 per saham, yang menunjukkan hasil dividen saat ini sebesar 4,0%.

Fredrik menambahkan model diskon dividen cocok untuk penilaian, karena SMSM memiliki pembayaran dividen triwulanan yang konsisten. Maka dari valuasi menunjukkan target harga di level Rp1.870 per saham yang setara dengan Price Earning Ratio (PER) hingga akhir 2019 sebesar 15,1 kali dengan pertumbuhan EPS 21%.

Baca juga:  Tiba di Papua, All New CR-V Turbo Telusuri Pelosok Kota

“Diasumsikan dividen pembayaran SMSM pada rasio 50%, CAPM 7,3% dan tingkat pertumbuhan berkelanjutan 4%,” katanya.

Untuk itu ia merekomendasikan ‘Beli’ untuk saham SMSM dengan target harga hingga akhir tahun di level Rp1.870 per saham. [dp/PNB]