Mobil Desa Bukan Cuma Untuk Pemerintahan, Swasta Juga Boleh

AMMDes dalam balutan modifikasi.

JAKARTA (DP) – Seiring dengan bakal lahirnya alat mekanis multiguna perdesaan (Ammdes), PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) selaku produsen, menyiapkan strategi penjualan untuk menyasar dua segmen konsumen sekaligus, yakni pemerintahan dan swasta.

Selain memproses sertifikasi uji tipe (SUT), PT KMWI juga tengah memproses untuk masuk ke e-katalog melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP).

“Sejauh ini terdapat banyak pihak yang telah menyatakan minat terhadap Ammdes, tetapi seberapa besar minat itu baru akan kelihatan ketika Ammdes masuk ke e-katalog. Harga Ammdes di kisaran Rp70 juta untuk unit basis,” kata Direktur KMWI, Reiza Treistanto, di Jakarta medio pekan ini.

Reiza mengatakan bahwa untuk produksi awal, Ammdes akan menggunakan 70% komponen lokal sehingga harga lebih terjangkau. Perusahaan juga siap ekspor jika permintaan sesuai dengan spesifikasi yang ditawarkan.

“Ammdes juga siap mengimplementasikan standar emisi Euro 4 diesel pada 2021 dan biodiesel 20% (B20),” papar dia.

Baca juga:  Suzuki Raih Lima Penghargaan di Ajang TIIMS Awards 2019

Untuk suku cadang, lanjut Reiza, tidak ada masalah karena perusahaan memiliki jaringan distribusi. Saat ini, garansi masih dikaji, khususnya terkait dengan penggunaan di medan perdesaan atau pekerbunan, atau kebiasaan pengguna.

“Produksi melibatkan banyak industri kecil yang memproduksi 184 jenis komponen atau setara dengan 70% dari harga Ammdes,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk mendorong percepatan produksi Ammdes sebagai karya anak bangsa untuk mewujudkan kemandirian industri nasional di sektor otomotif.

“Sebagaimana komitmen kami di hadapan Presiden Joko Widodo saat launching Ammdes pada pembukaan GIIAS 2018 di Jakarta, Ammdes ditargetkan dapat diproduksi massal awal tahun ini,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto, awal pekan ini.

Untuk itu, KMWI terus mematangkan persiapan dari sisi teknis ataupun administrasi. Beberapa proses yang dilakukan antara lain pendaftaran merek di Kementerian Hukum dan HAM, dan persiapan untuk mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) di Kementerian Perhubungan.

Baca juga:  Ajang Modifikasi Truk Terbesar Tanah Air Digawangi Oleh Mitsubishi Fuso

Kemenperin juga telah mengeluarkan Kode Perusahaan dan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) sebagai salah satu syarat untuk produksi. KMWI telah mengantongi NIK yang dikeluarkan pada 8 Januari 2019.

“Salah satu persyaratan perusahaan industri kendaraan bermotor untuk dapat berproduksi, diwajibkan memiliki Kode Perusahaan dan NIK, termasuk Ammdes,” papar Harjanto.

Ditargetkan KMWI akan memasarkan produknya paling lambat awal Maret 2019. Produksi bakal dimulai pekan depan seiring dengan proses uji tipe di Kementerian Perhubungan.

“Ammdes akan diproduksi di pabrik di Citeureup dengan sebanyak 12.000 unit hingga 15.000 unit per tahun,” ujar Direktur KMWI, Reza Treistanto.

Produksi awal, lanjut Reza, direncanakan di kisaran 1.000 unit per bulan dan terus meningkat sesuai dengan permintaan pasar.

“Akan bertahap, yang pasti peralatan untuk produksi itu, 100% kami buat di lokal melalui Astra Otoparts karena punya divisi permesinan. Itu bisa hemat investasi signifikan,” tuturnya. [dp/TGH]