Pameran Otomotif Bakal Mati? Simak Penilaian VW dan Toyota


DETROIT (DP) – Dengan berbagai alasan, sejumlah pabrikan mobil mulai meninggalkan pameran mobil sebagai ajang unjuk produk baru, seperti yang terjadi pada Paris Motor Show 2018 yang diikuti lusinan pabrikan mobil global.

Yang terparah, tiga pabrikan mobil mewah Jerman, Audi, BMW, dan Mercedes-Benz, memutuskan untuk tidak tampil dalam North American International Auto Show 2019 yang dihelat di Detroit, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.

Saat ini banyak perusahaan di lingkungan industri otomotif yang membelanjakan duit mereka lebih banyak untuk kegiatan pemasaran dan promosi, yang fokus menyasar konsumen muda yang melek digital, ketimbang ajang pameran otomotif tradisional.

Namun demikian, tetap saja event pameran otomotif seperti di Frankfurt, Paris, dan Detroit belumlah mati. Setidaknya itu yang dikatakan oleh dua raksasa otomotif global, yakni Volkswagen dan Toyota.

Beberapa petinggi di VW dan Toyota menyatakan dukungannya untuk digelarnya pameran otomotif skala besar, terutama event yang bisa memberikan kesempatan kepada konsumen melakukan test drive untuk mobil-mobil idaman mereka. Bahkan jajaran petinggi bidang pemasaran di kedua pabrikan itu memprediksi pameran mobil akan terus memainkan peran penting dalam strategi pemasaran di industri otomotif.

Baca juga:  Yuk! Pilih Body Kit Toyota Raize yang Cocok dengan Gaya Kamu

“Bagi kami, ajang pameran menjadi salah satu cara paling efisien untuk mendekatkan diri kepada sebanyak mungkin konsumen yang bisa kami jaring,” sebut Derrick Hatami, executive vice president bidang penjualan dan pemasaran di Volkswagen Group of America.

“Bagi kami, memberikan akses kepada 11 juta orang selama tahun lalu terhadap beragam produk kami, dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk merasakan kenyamanan kabin dan pengalaman mengemudi, merupakan keuntungan besar bagi kami. Kami selalu senang ketika konsumen benar-benar dapat mencoba produk kami.”

Tapi tentu saja pabrikan berbeda memiliki preferensi yang berbeda pula terhadap ajang pameran yang mereka ikuti. Contohnya Toyota, yang lebih menyukai tampil di event yang orientasinya konsumen, seperti di Chicago, Los Angeles, dan New York, karena dinilai sangat cocok dengan strategi pemasaran mereka.

“Tentu saja butuh investasi besar untuk tampil di sana, jadi kami harus melakukannya secara hati-hati,” kata Bill Fay, senior vice president for automotive operations di Toyota.

Baca juga:  Jelang Liburan Tahun Baru, Auto2000 Beri 3 Promo Menggoda

“Kami terus mengevaluasi investasi di seluruh ajang pameran otomotif, tapi yang jelas, Chicago dan LA serta New York adalah pameran dengan jumlah pengunjung yang besar bagi kami.”

Apa yang terjadi di luar sana sebenarnya juga terjadi di Tanah Air. Dua pameran otomotif besar yang digelar di dalam negeri, yakni Indonesia International Motor Show dan Gaikindo Indonesia International Auto Show, juga dilewatkan oleh beberapa agen pemegang merek dengan alasan tertentu. Sama seperti di pameran global, IIMS dan GIIAS juga menjaring begitu banyak konsumen potensial, karena selain menyajikan deretan produk baru, kedua pameran tersebut juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melakukan test drive. [dp/TGH]