Pemegang Saham Nissan Setujui Pemecatan Ghosn dari Dewan Direksi

This picture taken on April 6, 2019 shows the logo of Japan's Nissan Motor Corporation displayed at a car showroom in Yokohama. - Nissan shareholders are expected to eject Carlos Ghosn from its board on April 8, 2019 as the detained former chairman fights multiple charges of financial misconduct that have landed him in custody. (Photo by Kazuhiro NOGI / AFP) (Photo credit should read KAZUHIRO NOGI/AFP/Getty Images)

TOKYO (DP) – Dalam rapat umum pemegang saham Nissan yang digelar di sebuah hotel di Tokyo awal pekan ini telah menyetujui pemecatan mantan chairman Carlos Ghosn dari jajaran direksi pabrikan mobil Jepang itu akibat tuduhan melakukan penipuan finansial.

Persetujuan itu, seperti sudah diduga sebelumnya, mendapat dukungan dari lebih dari 4.000 orang yang berkumpul di hotel untuk menyaksikan RUPS selama tiga jam yang disiarkan melalui layar monitor di luar ruang rapat.

Sebelum dilakukan pemungutan suara untuk melengserkan Ghosn, eksekutif puncak Nissan menyampaikan permintaan maaf kepada para pemegang saham terkait skandal keuangan serta meminta persetujuan pemegam saham untuk memecat pria berdarah Brasil itu.

Chief Executive Nissan Hiroto Saikawa dan sejumlah petinggi lainnya mengungkapkan permintaan maaf mereka kepada para pemegam saham yang hadir dalam RUPS luar biasa tersebut.

Dalam rapat itu, para pemegang saham juga menyetujui penunjukan chairman Renault SA, Jean-Dominique Senard, untuk menggantikan posisi Ghosn.

Baca juga:  Datsun Siapkan SUV Bermesin 1.0 Turbo

Renault sendiri adalah mitra aliansi Nissan dengan kepemilikan 43 persen saham di perusahaan otomotif asal Negeri Sakura itu.

Senard, yang diperkenalkan kepada pemegang saham di akhir acara, menyampaikan terima kasih atas penunjukan dirinya dan berjanji untuk melakukan yang terbaik untuk menjaga performa apik perusahaan.

“Saya akan mendedikasikan energi saya untuk mencerahkan masa depan Nissan,” janji Senard.

Tak hanya itu, pemegam saham Nissan juga memberikan lampu hijau untuk melengserkan mantan eksekutif semasa kepemimpinan Ghosn, Greg Kelly, dari jajaran direksi karena ia dituduh bekerjasama dengan Ghosn dalam praktik manipulasi keuangan itu. [dp/TGH]