Pemerintah dan 6 Universitas Rampungkan Riset Komprehensif Mobil Listrik


JIMBARAN (DP) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) selaku instansi pemerintah yang menugaskan enam Universitas Nasional menggarap riset komprehensif mobil listrik dengan dukungan Toyota mengapresiasi rampungnya pondasi awal penyusunan peta jalan industri otomotif.

Harjanto, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin mengatakan atas nama Pemerintah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ITB, ITS, UGM, UI, UNUD, UNS dan Toyota Indonesia atas kerja samanya melakukan studi ini.

“Hasilnya akan menjadi masukan yang sangat berharga dalam penyusunan cost benefit analysis program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) maupun harmonisasi PPnBM yang saat ini sedang kita finalisasi bersama Kementerian Keuangan dan kementerian/lembaga terkait,” kata Harjanto pada acara Laporan Akhir Fase 2 Riset Komprehensif Electrified Vehicle di Jimbaran, Selasa (23/4).

Menurut Harjanto, hasil penelitian mobil listrik yang dikerjakan para akademisi sangat penting artinya dalam membantu pemerintah mewujudkan industri otomotif nasional sebagai salah satu sektor andalan dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Baca juga:  Ajang Modifikasi Truk Terbesar Tanah Air Digawangi Oleh Mitsubishi Fuso

“Pada 2030 mendatang pemerintah menargetkan Indonesia dapat menjadi pusat produksi mobil bertenaga Internal Combustion Engine (ICE) maupun listrik untuk pasar domestik sampai ekspor,” papar dia.

Agar bisa menjual produk tersebut ke luar negeri, tentu saja diharapkan industri nasional dapat memproduksi bahan baku dan komponen utamanya secara mandiri.

“Lima tahun sebelum mencapai target besar tersebut, Kemenperin menginginkan 20% dari total produksi kendaraan baru di Indonesia sudah berteknologi electrified. Sehingga komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% dapat tercapai,” ujar Harjanto.

Enam Universitas negeri yaitu UI, ITB, UGM, UNS, ITS, dan Unud telah menyelesaikan Riset dan Penelitian Komprehensif atas Kendaraan Bertenaga Listrik (Electrified Vehicle Comprehensive Research and Study) yang mendapat dukungan penuh dari Kemenperin dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Selama beberapa bulan terakhir, para peneliti dari 6 universitas tersebut membedah 18 unit mobil listrik dan konvensional yang disediakan Toyota Indonesia sebagai bahan penyusunan peta jalan industri otomotif Indonesia, seperti Toyota Prius, Toyota Prius Plug-in Hybrid, dan Corolla Altis.

Baca juga:  Imbuhan 'Sporty' Untuk Vespa Primavera dan Sprint Teranyar

Lima kategori penelitian yang dilakukan meliputi Karakteristik Teknik, Kenyamanan Pengguna, Keekonomian, Peraturan dan Kebijakan, serta Tahap Pengembangan Teknologi.

Dua kesimpulan utama yang diambil para peneliti setelah menyelesaikan lima kategori penelitian tersebut adalah:
1. Jenis mobil listrik kombinasi berbagai teknologi kendaraan elektrifikasi (hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan battery electric vehicle (BEV)) direkomendasikan untuk dikembangkan di Indonesia dengan melihat aspek kelestarian lingkungan.

Namun para peneliti mengingatkan sejumlah tantangan yang harus diantisipasi dalam menciptakan permintaan pasar, seperti infrastruktur, biaya produksi, kenyamanan pengendara, kesiapan industri dan lain sebagainya.

2. Pemerintah perlu menyusun peta jalan pengembangan kendaraan elektrifikasi dan membentuk gugus tugas untuk menetapkan target sekaligus rencana aksi guna menyelesaikan beragam tantangan itu terutama dari dengan insentif fiskal dan non fiskal. [dp/PNB]