Telkomsel Indonesia International Motor Show Resmi Dibuka


JAKARTA (DP) – Telkomsel Indonesia International Motor Show 2019 resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. Tema yang diusung tahun ini yaitu “Your Infinite Automotive Experience”, menjadikan Pameran ini tidak hanya sekedar pameran otomotif berskala internasional.

melainkan medium yang tepat bagi ekosistem industri otomotif di Indonesia untuk melakukan edukasi kepada pengunjung, memacu kegiatan bisnis bersama para stakeholder, serta sarana rekreasi bagi keluarga.

“Industri otomotif nasional sebagai salah satu sektor andalan dalam roadmap Making Indonesia 4.0, ditargetkan pada 2030 dapat menjadi basis produksi kendaraan bermotor Internal Combustion Engine (ICE) maupun Electrified Vehicle untuk pasar domestik maupun ekspor dan didukung oleh kemampuan industri dalam negeri dalam memproduksi bahan baku maupun komponen utama serta optimalisasi produktivitas sepanjang rantai nilai industri tersebut,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (25/4).

Dalam roadmap pengembangan industri kendaraan bermotor, menurut Airlangga, pihaknya mentargetkan pada 2025, maka 20% dari total produksi kendaraan baru di Indonesia sudah berteknologi Electrified sehingga dapat mendukung komitmen Pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 29% pada 2030 tanpa bantuan internasional, sekaligus menjaga kemandirian energi nasional.

Baca juga:  Surabaya Jadi Kota Pembuka GIIAS 2020 The Series

“Sesuai dengan roadmap tersebut, pemerintah telah mempersiapkan program pengembangan kendaraan emisi karbon rendah atau kami biasa menyebutnya Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Program ini terdiri dari 3 sub program yaitu Kendaran Hemat Energi Harga Terjangkau (LCGC), Electrified Vehicle dan Flexy Engine,” paper dia.

Namun, tentunya banyak tantangan yang harus dicarikan solusinya dalam rangka memperkenalkan program kendaraan ramah lingkungan.

“Tantangan yang dihadapi diantaranya terkait penerimaan masyarakat terhadap kendaraan electrified vehicle, kenyamanan berkendara, infrastruktur pengisian energi listrik, rantai pasok dalam negeri, adopsi teknologi dan regulasi termasuk dukungan kebijakan baik fiskal maupun non-fiskal agar kendaraan electrified vehicle dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tanpa harus dibebani biaya tambahan yang tinggi,” ujar Airlangga.

Airlangga menambahkan, pemerintah telah menyusun beberapa strategi untuk mendukung pengembangan LCEV, diantaranya dukungan insentif fiskal berupa tax Holiday atau mini tax holiday untuk industri komponen utama seperti industri baterai, industri motor listrik (magnet dan kumparan motor). [dp/PNB]