In Memoriam Niki Lauda, Selamat Jalan Sang Pebalap Pemberani!

Juara dunia tiga kali F1 Niki Lauda, menghembuskan napas terakhir, Senin (20/5), dalam usia 70 tahun.

WINA (DP) – Juara dunia tiga kali Formula Satu Niki Lauda, yang memenangi dua gelar juara setelah mengalami kecelakaan hebat yang hampir merenggut nyawanya dan sempat beralih karier sebagai tokoh di industri penerbangan, menghembuskan napas terakhir pada Senin (20/5) dalam usia 70 tahun.

Austria Press Agency yang mengutip keluarga Lauda, mengatakan mantan pebalap Ferrari dan McLaren itu meninggal dunia awal pekan ini setelah tahun lalu menjalani transplantasi paru. Walter Klepetko, dokter yang melakukan transplantasi paru pada Lauda, membenarkan bahwa pasiennya itu telah tutup usia.

“Sukses yang dia raih baik sebagai pebalap maupun pebisnis, tak mudah untuk dilupakan,” demikian pernyataan keluarganya.

Lauda memenangi gelar juara F1 dalam kategori pebalap pada 1975 dan 1977 bersama Ferrari dan kembali juara pada 1984 bersama McLaren.

Pada 1976, Lauda mengalami kecelakaan hebat yang membuat mobil yang dikendarainya terbakar saat melakoni seri Grand Prix Jerman. Lauda mengalami luka bakar pada wajah dan beberapa anggota tubuhnya, tapi ia cepat pulih untuk kembali membalap enam pekan kemudian.

Baca juga:  Jadi Pit Crew Tim Balap F1 Menanti Juara Kontes Mekanik Ini

Meski sudah pensiun sebagai pebalap pada 1985, tapi Lauda masih sering terlibat di sirkuit F1, dan bahkan dalam beberapa tahun terakhir ia terpilih sebagai non-executive chairman di tim Mercedes yang menaungi Lewis Hamilton dan Valterri Bottas.

Lahir pada 22 Februari 1949 dari keluarga kaya di Wina, Austria, Nikolaus Andreas Lauda diharapkan mengikuti jejak ayahnya di industri kertas, tapi ia justru mengejar mimpinya menjadi seorang pebalap.

Lauda membiayai sendiri kebutuhannya saat terjun pertama kali di ajang balap. Debut Lauda di dunia balap adalah membela tim di Formula 3 dan Formula 2.

Sedangkan debutnya di Formula 1 bersama tim March pada 1971 dengan terjun di ajang Grand Prix Austria dan merebut poin pertamanya pada 1973 dengan menempati posisi kelima untuk tim BRM di Belgia.

Lauda bergabung dengan Ferrari pada 1974, memenangi Grand Prix untuk kali pertama pada tahun itu di Spanyol. Gelar juara dalam kategori pebalap untuk pertama kalinya direbut pada musim berikutnya setelah memenangi lima seri balapan. [dp/TGH]