Ini Enam Poin Kesepakatan Hadapi Arus Balik Lebaran 2019


JAKARTA (DP) – Penerapan rekayasa sistem one way dan contraflow kembali akan dilakukan para arus balik Lebaran 2019, yang diprediksi bakal terjadi pada 7-10 Juni nanti. Adapun waktunya akan diberlakukan mulai pukul 12.00 – 24.00 WIB.

Keputusan tersebut diambil usai tiga instansi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Evaluasi Arus Mudik dan Persiapan Pelaksanaan Arus Balik Lalu Lintas Lebaran Tahun 2019, di Kantor Pusat PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Senin (3/6).

Turut hadir dalam rakor tersebut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit, Vice President PT Lintas Marga Sedaya Firdaus Azis serta R. Widie Wahyu GP dari Asosiasi Pengusaha Rest Area Indonesia.

Adapun tujuan dari rakor yang diinisiasi oleh Kepala Korlantas Polri Refdi Andri untuk menganalisis dan mengevaluasi pengaturan lalu lintas mudik Lebaran 2019.

“Setelah periode arus mudik, ada masukan dan sumbang saran agar pada saat pelayanan arus balik Lebaran segala sesuatunya dapat kita persiapkan dengan baik, sama dengan arus mudik kemarin,” Refdi, seperti dirilis Jasa Marga, Selasa (4/6).

Baca juga:  Pertamina dan Jasa Marga Bakal Perbanyak SPBU di Rest Area

Dalam rapat koordinasi itu, berbagai instansi yang hadir telah mengambil kesepakatan bersama. Seluruh kesepakatan tersebut, semua pihak berjanji bakal melaksanakannya sebelum 7 Juni, antara lain:

1. Rambu-rambu pada akses rest area harus sudah terpasang sebelum pelaksanaan one way arus balik.
2. Penambahan mobile toilet termasuk kanopi (pelindung) untuk antrian toilet harus dipenuhi.
3. Untuk mengantisipasi mobil mogok di jalan tol, diminta kepada BPJT untuk menambah mobil layanan jalan tol (mobil patroli) dan menempatkan mobil derek serta menempatkan bengkel APM (Agent Pemegang Merk) di rest area tipe A.
4. Menempatkan informasi call center bantuan emergency yang dapat dihubungi setiap saat, ditempatkan dibawah rambu-rambu serta tempat-tempat strategis. (call centre Jasa Marga: 14080 ; Call Centre LMS : 0260 – 7600600),
5. GT Palimanan merupakan gerbang tol pembayaran cluster 2 dan tapping cluster 1, sehingga perlu adanya penambahan mobile reader dari 28 unit menjadi 38 unit dan EDC dari 2 menjadi 12 di GT Palimanan.
6. Waktu pelaksanaan one way pada 7 – 10 Juni dimulai pukul 12:00 – 24:00 WIB, dari KM 414 GT Kalikangkung s/d KM 70 Cikampek Utama, dan selanjutnya diberlakukan contraflow dari KM 70 s/d KM 65.

Baca juga:  Jasa Marga Tambah Operasi Jalan Tol Baru 45,97 Km

“Kami berharap dengan sosialisasi yang sudah disampaikan kepada masyarakat, maka masyarakat dapat mengatur perjalanan balik agar lebih baik lagi,” tambah Refdi.

Di sisi lain, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, yang hadir saat itu menambahkan Jasa Marga memprediksi puncak arus balik Lebaran 2019 jatuh pada H+3 atau pada 9 Juni, dengan prediksi jumlah kendaraan mencapai 104 ribu kendaraan yang melewati GT Cikampek Utama ke arah Jakarta.

“Untuk itu kami mengimbau masyarakat tidak fokus hanya pada satu tanggal tertentu saja. Untuk pemudik yang menggunakan akses jalan tol dapat menikmati diskon tarif tol sebesar 15% pada 10-12 Juni. Ini diharapkan menarik minat masyarakat sehingga distribusi lalu lintas arus mudik dapat menjadi maksimal,” jelas Desi.

Selain itu Desi juga mengimbau pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan balik agar dapat lebih baik dari perjalanan mudik kemarin. Untuk itu, lanjut Desi, isi BBM dan saldo uang elektronik dengan maksimal sebelum masuk ke jalan tol.

Baca juga:  Mulai Padat, Tol Cikampek Berlakukan Contraflow Mulai dari KM 47

“Ini untuk menghindari kepadatan yang bisa terjadi di gerbang tol akibat kurang saldo dan kepadatan di rest area karena BBM habis. Selain itu cek kondisi kendaraan, pastikan kondisinya baik, agar tidak mengalami gangguan yang dapat mengurangi kapasitas lajur,” harap Desi.

“Selalu monitor kondisi lalu lintas sebelum melakukan perjalanan. Diimbau agar berangkat pada pagi hari untuk menghindari kecenderungan jam favorit arus balik pada siang-sore hari,” pungkasnya. [dp/MTH]