Menhub Beberkan Strategi Antisipasi Arus Balik


CIKAMPEK (DP) – Ratusan kendaraan terus memasuki Ibu kota Jakarta pada arus balik Lebaran 2019. Untuk menghadapi kondisi tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membeberkan beberapa strategi yang telah disiapkan bersama dengan stakeholder terkait untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan pada arus balik.

Menhub menjelaskan ada beberapa diskresi untuk menghadapi arus balik, salah satunya mengatur penggunaan rest area. Hal itu dikarenakan, pada masa arus mudik kemarin, rest area menjadi salah satu penyebab terjadinya permasalahan kepadatan lalu lintas.

Menurut Menhub Budi, pihaknya mengimbau agar pemudik tidak melakukan pemberhentian di rest area, kalau tidak mendesak.

“Jika jarak tempuh sudah 6 jam dan kondisi badan atau tingkat kebugarannya maksimal maka tidak perlu berhenti. Kalaupun harus berhenti tapi sebentar saja. Apabila tidak dalam keadaan darurat, yang paling penting jangan berhenti di bahu jalan karena berbahaya dan menimbulkan kemacetan,” ujarnya.

Sementara itu, dengan diberlakukannya rekayasa lalin one way, Korlantas Polri menganjurkan pemilik mobil untuk menggunakan rest area di sisi jalur sebelah kanan.

Seperti diketahui, atas diskresi Kepolisian, Jasa Marga memperpanjang one way arus balik arah Jakarta hingga Km 29 Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Rekayasa lalin tersebut bahkan telah diberlakukan sejak pukul 20.22 WIB selama tiga jam ke depan.

Pemberlakuan ini seiring dengan meningkatnya volume lalu lintas arus balik H+2 Lebaran 2019, serta mempertimbangkan lajur Jalan Tol Jakarta-Cikampek di arah sebaliknya (arah Cikampek) terpantau lancar.

Untuk pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang menuju arah Timur (Cikampek/Bandung) maksimal dapat keluar di akses tol Cikarang Barat selanjutnya dapat menggunakan jalan nasional/Pantura.

Sebelumnya, kombinasi rekayasa lalin yang diberlakukan adalah one way dari Km 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung s.d Km 70 GT Cikampek Utama sejak pukul 13.25 WIB dan contraflow dari Km 70 s.d Km 29 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek sejak pukul 14.15 WIB.

Namun untuk selanjutnya, one way akan diberlakukan mulai pukul 12.00 WIB. Sedangkan contra flow dari KM 61 sampai dengan KM 33 diberlakukan secara situasional.

One way ini berlaku selama empat hari, mulai dari 7 – 10 Juni, dan bersifat situasional menyesuaikan kondisi lalu lintas. Menhub berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan balik di waktu yang tepat.

“Harapan kita memang yang berangkat arus balik pada hari ini atau memang setelah tanggal 10 Juni, kita sangat menghindari tanggal 9 Juni karena sebagai puncak arus balik, cukup berbahaya kalau kita tidak lakukan secara intensif,” ucap Menhub.

Lebih lanjut Menhub mengatakan, diskresi lain yang juga akan dilakukan yaitu merekomendasikan GT Palimanan untuk ditiadakan atau dinonaktifkan jika panjang kemacetan sudah mengular hingga 3 km.

Terkait hal ini, Menhub mengatakan akan mengeluarkan surat edaran kepada Kepolisian dan stakholder terkait untuk melakukan diskresi tersebut.

“Kita akan koordinasikan dan akan kita keluarkan semacam surat edaran sehingga besok bisa berjalan. Ya kita memang tidak mengharapkan ada macet hingga 3 km, tapi kita tidak ingin ambil resiko jika memang terjadi. Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi,” tandas Menhub. [dp/MTH]