Pangsa Pasar Roda 4 Astra International Tetap di Atas 50%


JAKARTA (DP) – PT Astra International Tbk (ASII) diperkirakan mampu untuk mempertahankan pangsa pasar roda empat di atas 50% sepanjang tahun ini.

Hingga April 2019, pangsa pasar penjualan mobil perseroan mencapai 53,8%, meskipun volume penjualan mobil perseroan turun sekitar 5,8%. Penurunan tersebut jauh di bawah angka penurunan volume penjualan mobil nasional yang mencapai 14,3% menjadi 337.892 unit hingga April 2019.

“Realisasi volume penjualan tersebut berada di bawah perkiraan kami atau hanya merepresentasikan sekitar 29% dari total target sepanjang tahun ini. Penurunan volume penjualan juga diperkirakan berlanjut hingga bulan ini atau biasanya usai Lebaran,” kata analis Danareksa Sekuritas, Stefanus Darmagiri, dalam risetnya.

Terkait perasaingan usaha penjualan mobil, menurut Stefanus, Astra International diperkirakan mampu untuk memenangi kompetisi dengan perkiraan pangsa pasar tetap berada di atas 50% tahun ini.

“Pangsa pasar tersebut didukung model facelift Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Begitu juga dengan penjualan Toyota Rush dan Daihatsu Terios,” papar dia.

Baca juga:  Head Unit 'Anti Kenob' Kini Terpasang di Daihatsu Sigra Facelift

Ekspektasi penjualan mobil perseroan tetap unggul mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp8.800. Target harga tersebut juga mempertimbangkan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp23,74 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp21,67 triliun.

Pendapatan perseroan juga diharapkan meningkat dari Rp239,20 triliun menjadi Rp255,17 triliun.

Sebelumnya, Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp30 triliun tahun ini. Nilai capex berpeluang naik, jika ada aksi akuisisi di sektor infrastruktur dan pertambangan.

Sedangkan total capex yang diserap tahun lalu mencapai Rp40 triliun atau melampaui target yang semula dipatok Rp28 triliun. Nilai tersebut naik signifikan dibanding capex 2017 sekitar Rp23 triliun. [dp/TGH]