Rombongan Terios 7 Wonders Jajaki Lokasi Eksotik Pontianak-Kuching


ENTIKONG (DP) – Etape kedua ekspedisi Terios 7 Wonders tahun ini dimulai di Kota Pontianak hingga ke Kuching, Sarawak, 21-23 Juni. Pontianak dipilih menjadi titik start dikarenakan tapal batas Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia.

Enam unit All New Daihatsu Terios yang terdiri dari 5 unit Terios R Deluxe MT dan 1 unit Terios R Deluxe AT, berjajar rapi di halaman utama showroom Astra Daihatsu Pontianak, Jumat (21/6) pagi.

Agus S.M., Branch Head Pontianak, PT Astra International Tbk., Daihatsu Sales Operation, didapuk sebagai pelepas rombongan mengunjungi sejumlah lokasi eksotik di Pontianak. Dan beruntung, Dapurpacu.id berada di mobil pertama dalam barisan itu.

“Dengan penjelajahan Terios 7 Wonders di Pontianak ini, kami berharap Sahabat Jurnalis mendapatkan pengalaman menyenangkan bersama All New Daihatsu Terios ke 2 destinasi di Pontianak dan 5 destinasi berikutnya di Kuching, Sarawak Malaysia,” ujar Agus.

Sejatinya ada perubahan jadwal yang cukup mengecewakan peserta kala menelusuri destinasi di sana. Dari yang semula terdapat empat lokasi, hanya satu tempat yang bisa dikunjungi terkait waktu untuk menembus perbatasan Indonesia dan Malaysia di Entikong.

Lokasi yang dijadwalkan meliputi Tugu Khatulistiwa, Pantai Kahyangan, Keraton Sambas dan Air Terjun Kilawik. Semuanya tergolong cukup unik untuk disinggahi, sesuai konsep awal Terios 7 Wonders adalah penjelajahan lokasi-lokasi eksotik di Tanah Air.

Dan untuk ekspedisi ‘Terios 7 Wonders – Exotic Borneo Life’ ini, rombongan hanya diberikan kesempatan untuk mengunjungi Rumah Adat Dayak Radakng sebagai ‘wonders’ pertama.

Rumah Adat Dayak Radakng merupakan rumah panggung replika terbesar di Indonesia, dengan panjang 138 meter dan tinggi 7 meter yang bertujuan menghindari serangan binatang buas dan antisipasi banjir.

Atas kemegahannya tersebut, replika rumah panggung ini mendapat penghargaan dari MURI. Usai menangkap seluruh momen melalui kamera, rombongan pun langsung bergegas menuju perbatasan Entikong.

Perjalanan yang singkat dari showroom menuju lokasi pertama memang belum menunjukkan kepiawaian low SUV andalan Daihatsu ini. Kondisi lalu lintas yang tergolong ramai memang kurang ideal.

Tipikal berkendara di sini (Pontianak) terbilang cukup unik. Dari segi kelengkapan kendaraan, tidak jarang pengguna sepeda motor yang mengaktifkan lampu rem. Entah maksudnya apa, yang pasti rombongan cukup terkendala dengan kondisi tersebut.

Cukup jauh bagi rombongan untuk bisa menyentuh lintas Trans Kalimantan dikarenakan harus berjibaku dengan riuhnya lalu lintas perkotaan. Setelah itu, perjalanan mengupas performa Daihatsu Terios akhirnya dimulai.

Butuh waktu sekitar 5 jam menuju perbatasan Sarawak Malaysia. Bosan, tentu tidak. Rombongan disuguhi beragam pemandangan indah di sepanjang perjalanan. Dua ruas jalan Trans Kalimantan memang membutuhkan konsentrasi tinggi, meski kondisi lalu lintas terbilang sepi.

Bagaikan Pantura kala di musim mudik, ruas jalan ini hanya diisi kendaraan seperti sepeda motor, mobil-mobil dan truk bertonasi besar yang melintasinya. Sepanjang jalan pun cukup jarang melewati rumah-rumah berjajar.

Permukaan jalan yang mulus plus teriknya matahari, membuat perjalanan minim hambatan. Sesekali melewati jalan rusak dan genangan air dikarenakan pasangnya air sungai.

Daihatsu Terios yang dilengkapi stabilizer belakang, stabilizer depan yang lebih besar, steering yang lebih reponsif serta penambahan body reinforcement di beberapa titik yang dapat menunjang kemudahan handling di berbagai kondisi jalan yang dilalui.

Kenyamanan juga semakin terasa dengan VSC (Vehicle Stability Control) dan tingginya ground clearance (220 cm) saat melewati jalan berbatu, membuat perjalanan Sahabat Petualang semakin menyenangkan.

Setibanya di perbatasan Entikong, mendadak kondisi cuaca berubah menjadi mendung. Tepat dugaan driver, bila sudah mendung berarti perjalanan kita sudah dekat menuju perbatasan.

Pengalaman menarik disuguhkan di sini. Rombongan termasuk kendaraan harus melewati tahapan pemeriksaan yang begitu detail untuk menembus ke Malaysia.

Di bagian depan ada loket pemeriksaan keimigrasian yang memeriksa berbagai kelengkapan meliputi paspor, Pas Lintas Batas Negara (PLBN), dan KTP. Petugas terlihat sibuk memeriksa barang bawaan.

Bila pemeriksaan keimigrasian dan kepabeanan sudah beres, maka pelintas batas bisa melanjutkan perjalanannya ke Malaysia. Peserta memanfaatkan waktu untuk mengabadikan tempat tersebut.

Sesampainya di Malaysia, Sahabat petualang bisa lebih tenang karena sudah menembus perbatasan dan hari pun sudah malam begitu rombongan menjejaki ruas-ruas jalan di sana. Terlihat rapi dan tertib para pengguna. Bunyi klakson pun tidak pernah terdengar sekali pun.

Hari pertama ekspedisi Terios 7 Wonders ditutup dengan jalan-jalan ke Kuching Statue, yang merupakan ikon negara bagian Sarawak dan dan menikmati nuansa malam di Kuching Waterfront sebagai destinasi wonders ke-3 dan wonders ke-4 di Kuching, Malaysia. [dp/MTH]