Hati-hati! Jangan Jump Start dari Mobil Listrik


JAKARTA (DP) – Seperti sudah menjadi kebiasaan bagi pemilik mobil ketika kendaraan mereka mogok karena kehabisan daya listrik pada aki untuk melakukan jump start, yaitu ‘meminta’ daya listrik dari aki mobil lain yang masih sehat.

Bagi kendaraan konvensional mungkin cara itu sudah biasa dan dapat dimaklumi, tapi tidak untuk mobil listrik. Meski bisa, tapi sangat tidak disarankan untuk melakukan jump start dari mobil listrik ke mobil biasa yang akinya tekor atau lemah.

Mobil listrik biasanya mengusung dua baterai, yaitu satu unit baterai lithium-ion berukuran besar untuk menggerakkan motor listrik dan baterai 12 volt untuk memberikan daya pada sejumlah aksesoris. Baterai kedua ini sama dengan aki pada mobil konvensional dan baterai ini memastikan baterai lithium-ion utama bisa terisi daya.

Akan tetapi, baterai 12 volt pada mobil listrik kurang punya ‘tendangan’ untuk menggerakkan mesin pembakaran dalam (mesin bensin dan diesel), sehingga cukup berbahaya jika Anda berusaha melakukan jump start untuk menghidupkan mesin kendaraan lain.

Baca juga:  Kawasaki Ninja 250 Masih Kuasai Pasar di Semester 1 2018

Untuk itu, Anda disarankan untuk tidak menggunakan mobil hybrid untuk jump start karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan.

Selain itu, banyak pabrikan mobil yang menyarankan para pemilik mobil listrik untuk tidak melakukan jump start mobil konvensional. Pasalnya, baterai pada mobil listrik tidak memiliki daya yang cukup untuk menghidupkan mesin mobil biasa.

Tapi sebaliknya, mesin konvensional dapat digunakan untuk jump start baterai Nissan Leaf berkapasitas 12 volt. [dp/TGH]