Palembang Lahirkan Builder Lokal terbaik di SML Battle 2019


DAPURPACU – Perhelatan Suryanation Motorland putaran kedua benar-benar ‘pecah’ di Palembang Trande Center, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (3/8) lalu. Ribuan orang yang didominasi kalangan anak muda seantero Kota Pempek itu memadati venue di pusat perbelanjaan ternama tersebut.

Untuk penyelenggaraan kali kelima sejak digulirkan pertama di tahun 2015, Ferry Alvaro, Suryanation Motorland Committee, mengaku di Palembang ini mengalami lonjakan cukup signifikan pada jumlah pesertanya.

“Total ada 129 motor modifikasi, naik 10 – 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Begitu pun dengan kreativitas builder dalam meracik motornya, makin beragam,” terang Ferry disela temu media.

Atas dasar peningkatan di segala sisi ini tak urung membuat para juri yang terdiri dari Veroland, Dodi Irhas, dan juri asal Amerika Serikat Cristian Sosa dari Sosa Metalworks, cukup kesulitan mencari yang terbaik pada seri SML di Palembang.

Putaran kedua di Palembang kembali memperebutkan titel Best of the Best Region, yang nantinya bakal saling bertemu pemenang terbaik dari Medan, Palembang, Makassar, Bali dan Surabaya untuk diadu kembali menjadi yang terbaik di seri pamungkas di Jakarta.

Baca juga:  Penutupan Suryanation Ridescape di Kota Padang Dihadiri 3 Ribuan Biker

Berbagai kelas yang akan dihadirkan antara lain, kelas Chopper atau Bobber U250 cc, Scrambler atau Tracker U250 cc, Cafe Racer U250 cc, Street Cub atau Choppy Cub U250 cc, Sport FFA, Chopper atau Bobber A250 cc, Scrambler atau Tracker A250 cc.

Selain itu, terdcapat juga kelas Free For All (FFA), Exhibition Class yang terbagi menjadi Classic Bikes, Classic Scooter, Matic Custom, Moto-Art: Pinstripe dan Lettering, Best American V Twin, Best Mini Bike, Best Painting dan Recognition Awards (Suryanation Committee Pick, Media Pick dan Judges Pick).

Di sisi lain, Dodi tidak menampik dari sekian banyak peserta yang turut ambil bagian di Palembang, menghadirkan desain dan karya terbaiknya yang tidak ditemui kala SML dihelat di Medan.

“Saya takjub dengan perkembangan modifikasi roda dua di sini. kualitasnya jauh meningkat dibandingkan tahun lalu. Ini cukup membingungkan karena harus memilih yang terbaik, dan semuanya sangat baik,” ucap Dodi.

Baca juga:  Builder Terbaik Indonesia Hadiri Motor Bike Expo 2019 di Italia

Hal itu pun diamini oleh Veroland, yang menurutnya sisi penyelesaian dari hasil garapan peserta sangat baik, baik dari segi pengecatan, las, sambungan antar besi dan lain sebagainya.

“Finishing-nya keren-keren dan rapih, sambungan antar besi, perpaduan cat yang unik dan lain-lainya. Kreativitas mereka untuk menggarap motor cukup unik dan asik,” tambah Vero.

Turut dihadirkan builder manca negara seperti Sosa memang diharapkan bisa melihat sejauh mana perkembangan motor custom di Tanah Air. Di kali kedua dirinya dilibatkan menjadi juri pada SML Battle 2019, tak ada kata lain yang terlontar mengaku kagum!

Pada sesi temu media tersebut Sosa coba mengedukasi terkait modifikasi, yang menurutnya tidak ada batasan bagi seseorang untuk melahirkan ide dan kreativitasnya dalam mengobrak-abrik sepeda motor, agar sesuai dengan hati nurani.

“Satu hal yang saya tekankan di sini, dalam modifikasi, kapasitas mesin tidak menjadi faktor utama dalam kompetisi seperti ini. Orisinalitas dari konsep sangat penting adanya dan itu tentunya kelak menjadi ciri khas dari seseorang dalam memodifikasi,” kata pria pemiliki workshop fabrikasi baja sejak 2012 di Las Vegas ini.

Baca juga:  Jelang Puncak Acara, DDC Makin menyedot Banyak Modifikator Lokal

Rizky Dwianto, Suryanation Motorland Commitee, berharap Suryanation Motorland masih menjadi even yang menginspirasi dan ditunggu-tunggu oleh para pecinta dunia kustom khususnya roda dua di kota ini.

“Tahun ini memang berbeda, terutama pada tema yang kami angkat yakni Inspiration in Action. Diharapkan kami bisa menghadirkan karya anak bangsa yang lebih baik dan bisa dikenal di dunia internasional,” tutup Rizky. [dp/MTH]