Mati Suri Berkepanjangan, Komunitas Ini Sambangi Markas Proton di Malaysia


DAPURPACU – Para pemilik mobil Proton di Indonesia mulai resah. Menghilangnya satu persatu dealer resmi dan juga kelangkaan suku cadang di pasaran menjadi sebuah barometer bahwa Proton seperti sedang mati suri.

Beberapa kali konsumen maupun komunitas menanyakan kejelasan mengenai kapan brand berkepala harimau ini akan kembali meramaikan pasar Indonesia pun tak pernah dijawab dengan lugas oleh pihak Proton Edar Indonesia, sebagai pemegang merek mobil asal Negeri Jiran tersebut.

Kesimpangsiuran inilah yang membuat mereka mengambil langkah ‘nekat’, yakni mencoba untuk menyampaikannya langsung ke Proton Holdings di Malaysia. Beberapa kali langkah tersebut dilakukan, salah satunya yang dilakoni oleh PNOC Indonesia.

Beberapa waktu lalu, komunitas Proton yang tergabung dalam PNOC Indonesia mengunjungi Proton Holding yang berada di Shah Alam, Kuala Lumpur (KL), Malaysia. Tak hanya kali ini saja, terhitung sudah tiga kali PNOC menyambangi dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

“Saya datang ke KL ingin menceritakan keluh kesah kami sebagai konsumen. Di sana kami juga bercerita bagaimana penetrasi brand china di Indonesia,” jelas Salman Farouk Al Hakim, Ketua Umum PNOC Indonesia, dalam siaran resminya, Rabu (7/8).

Salman pun berandai-andai bila Proton yang merupakan produk semi-China pun (karena sudah diakuisisi Geely) seharusnya bergerak lebih cepat masuk ke pasar Indonesia

Alih-alih ingin mendapatkan titik terang akan kembalinya Proton ke Indonesia, Salman bersama perwakilan PNOC lainnya jsutru mendapatkan sebuah kisi-kisi tentang bakal diluncurkannya dua produk baru.

“Salah satu mobil yang bakal dirilis adalah Proton X70, produk yang masuk segmen SUV. Saya meyakini mobil ini jelas belum tentu masuk ke pasar Indonesia,” imbuhnya.

Komunitas yang berisikan pemilik Gen 2 Persona dan Satria Neo ini berkomitmen untuk terus bisa eksis di kancah komunitas otomotif di Indonesia. Wujudnya adalah mereka bergabung dengan komunitas FK3O (Forum Komunikasi Komunitas Klub Otomotif).

Meski terbilang baru satu tahun berdiri, namun kiprahnya dalam membantu para member untuk mendapatkan suku cadang atau rekomendasi bengkel terbilang cukup signifikan.

“Disaat ATPM sedang tidur, maka peran komunitas menjadi sangat penting. Sebab kami adalah sumber informasi mengenai suku cadang dan bengkel rekomendasi di setiap daerah,” tutup Salman. [dp/MTH]