Inilah Keenam Millenial Finalis “Think Efficiency 2019”

Pemenang Think Efficiency 2018 saat berkunjung ke Shell Technology Center Shanghai.

DAPURPACU – Enam finalis terpilih dari kompetisi ‘Think Efficiency 2019’ telah ditemukan. Mereka telah melahirkan ide inovasi terbaik di bidang energi dan tribologi, pada ajang bertemakan Innovation for Nation yang dihelat Shell Lubricants Indonesia dan Energy Academy Indonesia (ECADIN).

Para finalis terpilih ini berhasil melewati seleksi juri dari puluhan ide inovasi yang dihasilkan oleh siswa sekolah menengah, mahasiswa, hingga kalangan profesional seperti peneliti, guru, dosen, hingga profesor.

Proses penjaringan dimulai dari 1 Mei hingga 30 Juni 2019. Dian Andyasuri, Direktur Pelumas PT Shell Indonesia mengaku di tahun kedua penyelenggaraan ajang ini antusiasme dan kualitas peserta begitu tinggi.

“Kami berharap kompetisi ini dapat digelar secara berkelanjutan, untuk terus memacu para inovator di Indonesia berinovasi, memberikan yang terbaik untuk bangsa, dan menjadikan Indonesia bangsa yang unggul,” kata Dian, dalam siaran resminya.

Setelah melalui proses penilaian yang meliputi aspek originalitas, produk, dampak, dan keberlanjutan, keenam finalis tersebut akhirnya terpilih.

Baca juga:  Indonesia Negara ASEAN Pertama Penikmat Mitsubishi Outlander PHEV

Untuk kategori Inovasi Tribologi, terpilih M. Khoir Syahbana dan Nur Rahimah dengan judul karya “Inovasi teknologi konfigurasi Werner Schlumberger sebagai sensor deteksi kualitas dan prediksi usia material secara non-destructive”.

Lalu kelompok Wahana Berbagi yang menyajikan inovasi “Pengembangan material sensitif kitosan & karbon nanodot sebagai kemosensor deteksi kerusakan oli inon kontak menggunakan free dripping method yang terintegrasi aplikasi smartphone”, serta Tim Andri Fauzi dengan penelitian “Eco-friendly anti fouling & anti corrosion additive for marine lubricating.”

Adapun tiga finalis di kategori Inovasi Energi adalah Tim Carbonese dengan ide inovasi “Eco Leaves Energy – Pengolahan Bio-waste menjadi Carbon Microsphere sebagai Supercapasitor”; Isya Syurga & Ikhwanuddin dengan karya “Jelly Blueflame Stove” dan Tim LT4 yang menghadirkan ide “Voltganic – Organic Battery”.

Nantinya, keenam finalis ini akan memperebutkan tempat pertama dengan mempresentasikan ide mereka kepada para ahli dan praktisi energi juga tribologi pada tahap final yang dijadwalkan digelar pada 20 Agustus.

Baca juga:  Shell Gelar Amal di Even DGR 2018 Bandung

Pemenang akan diundang untuk mengunjungi Shell Technology Center di Shanghai, untuk berdiskusi dengan para ahli dari Shell.

“Think Efficiency 2019 – Innovation for Nation” merupakan bentuk persembahan Shell untuk Indonesia dalam mendorong kemajuan talenta dan inovator masa depan untuk mencari solusi atas tantangan energi di beberapa dekade mendatang.

Dian pun berharap kompetisi ini dapat terus memacu para inovator untuk terus berkreasi dan berinovasi sejalan dengan semangat Revolusi Industri 4.0.

“Ajang ini juga mendorong kami untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, khususnya terkait dengan bidang tribologi dan energi yang menjadi keahlian Shell. Tujuan utamanya, program ini bisa menjadi jembatan yang penting antara akademisi dan pelaku industri,” tutup Dian. [dp/MTH]