Balikpapan Jadi Kota Pembuka Blackauto Battle 2019


DAPURPACU – Kota Balikpapan memang banyak melahirkan talenta-talenta terbaik dalam hal modifikasi otomotif. Dan gelaran Blackauto Battle (BAB) 2019 akhirnya kembali ke Kota Minyak ini setelah vakum hampir empat tahun ajang tersebut terakhir diadakan di sana.

Dipilihnya kota ini, menurut Boy Prabowo, Perwakilan Pelaksana Even BAB 2019, cukup mewakili para modifikator yang berada di wilayah timur Indonesia. Sebagai informasi, BAB 2019 dilaksanakan di tiga kota yakni Balikpapan, Jakarta dan Yogyakarta sebagai tuan rumah Final Battle 2019.

Di sisi lain, Balikpapan juga telah ‘dicap’ sebagai salah satu pusat trend setter serta kiblat dari para pecinta car tuning Tanah Air terutama di belahan pantai timur Kalimantan.

“Balikpapan masih dianggap punya magnet khusus sebagai lokomotif industri car tuning terutama untuk modifikasi dan car audio. Sejumlah tim dan komunitas mobil berskala nasional memiliki basis di kota ini,” ujar Boy, dalam siaran resminya, Rabu (21/8).

Di balik itu, lanjut Boy, kemampuan para tuner dan rumah modifikasi di Balikpapan juga patut disejajarkan dengan kota lain seperti Jakarta atau Bandung, sekaligus jadi magnet bagi pertumbuhan car tuning di kota sekitarnya seperti Samarinda, Bontang, Tenggarong, Tarakan dan Banjarmasin.

Selain itu, pemilihan Balikpapan sebagai kota pembuka BAB 2019 punya banyak faktor, antara lain kemudahan akses transportasi serta informasi, ketersediaan sarana prasarana yang sangat memadai, serta tumbuh dan maraknya rumah-rumah modifikasi.

Menariknya, installer dan bagian industri car tuning lainnya yang membangun bisnisnya di kota ini, menjadi faktor pelengkap yang memungkinkan Balikpapan sebagai tuan rumah Blackauto Battle 2019 ini.

“Dengan segala faktor pendukung tersebut jumlah peserta yang berpartisipasi sesuai target panitia. Menariknya lagi, peserta yang datang dari lintas daerah seperti Samarinda, Sangatta, Bontang dan Makassar. Begitu juga animo penonton yang dinilai bagus sekali,” tambah Boy.

Boy menjelaskan bahwa seri Blackauto Battle 2019 Balikpapan mampu menyuguhkan sebuah kompetisi modifikasi, car audio serta beberapa gimmick yang berbeda dari kompetisi sejenis di Indonesia.

Paling menarik perhatian pengunjung adalah kontes ‘Big Muff’, kompetisi adu kencang knalpot mobil yang penilaiannya diukur menggunakan sensor UMIC. Kontes ini cukup besar mengundang animo peserta.

Lebih lanjut Boy mengatakan, pengkategorian kontes, sistem pertandingan, penjurian, metode penilaian, serta aturan lainnya sudah dirancang sedemikian rupa dengan mengedepankan aspek fairness dan terukur dengan baik.

Para juri yang didatangkannya pun cukup berpengalaman di dunia car tuning dan telah teruji dalam berbagai kompetisi tingkat nasional dan internasional.

Black Out Loud terbagi dua kelas pertandingan, yaitu SQL FFA dan Street SPL. Untuk kelas SQL yang dipertandingkan adalah FFA (2 subwoofer) dengan konsep penilaian penggabungan antara nilai SQ berupa tonal akurasi dan listening pleasure, serta uji instalasi.

Pada pengujian ini penilaian diberikan untuk kerapihan serta kemananan dalam proses install dan uji SPL yang diukur menggunakan alat ukur yang juga digunakan hampir semua asosiasi car audio dunia, Term Lab Magnum.

Sedangkan juri SQL tahun ini adalah salah satu professional car audio yang juga seorang Engineer, designer sekaligus speaker builder, Maslim Djanuanto.

Setelah melalui penilaian ketat, ajang BAB 2019 Balikpapan direbut oleh Dawank dari bengkel R Garage Makassar dengan mobil Suzuki Swift. Sementara runner up 1 adalah Ranting dari klub Startech Samarinda dengan tunggangan Toyota Agya.

Sebagai runner up 2 diraih oleh Rahman dari klub Connection Samarinda dengan mobil Nissan Silvia. [dp/MTH]