Pertamina Perluas Transformasi Digital di Seluruh Sektor


DAPURPACU – PT Pertamina (Persero) terus memperluas transformasi digitalisasi ke sejumlah proses bisnis yang lebih luas, mulai dari hulu hingga hilir. Setidaknya ada enam program utama digitalisasi yang berpotensi mendatangkan nilai hingga Rp3-5 triliun per tahun.

Keenam program itu adalah Loyalty Program, Digital Refinery, Knowlegde Management & Best Practice in Upstream, Digital Procurement, Digitalisasi Korporat dan Digitalisasi SPBU & Terminal BBM.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya Pertamina untuk menjawab tantangan bisnis di masa mendatang dan ini adalah cara Pertamina untuk ikut beradaptasi.

Ditambahkannya bahwa tujuan utamanya untuk meningkatkan layanan Pertamina baik untuk customer ataupun proses bisnis internal. Menurutnya, jika ribuan SPBU dan agen LPG yang ada tidak diatur secara digital tentu akan sulit.

“Namun untuk pelaksanaannya, kami sadar bahwa kami harus bekerja sama dengan partner yang sudah berpengalaman. Karena itu, kami akan masuk ke dalam ekosistem itu,” katanya disela pembukaan Pertamina Digital Expo 2019.

Sebagai informasi, transformasi digital di sektor hulu, telah dilakukan Pertamina dengan membangun Upstream Cloud dan Big Data Analytic, sebagai bagian dari optimasi penggunaan aplikasi Petrotechnical yang tersentralisasi dan terintegrasi.

Sementara di pengolahan, Pertamina tengah menyiapkan predictive maintenance yang terintegrasi melalui adopsi advanced analytics, sehingga meminimalisir terjadinya unplanned shutdown.

Di hilir, Pertamina terus melanjutkan program utamanya yakni digitalisasi SPBU & Terminal BBM, sehingga bisa memonitor ketahanan stok dan distribusi BBM secara nasional.

Selain itu, dalam proses pengadaan barang dan jasa, Pertamina juga menerapkan Digital Procurement yang diprediksi memberikan kontribusi efisiensi terbesar, sekitar Rp 1,5-2 triliun per tahun.

Rangkaian Pertamina Digital Expo 2019 diikuti oleh lebih 3.000 orang, baik dari dalam maupun luar negeri. Para peserta yang hadir, selain dari karyawan Pertamina Group juga berasal dari perusahaan dan praktisi teknologi digital, industri migas, serta para pakar dan praktisi di bidang IT.

Kegiatan Pertamina Digital Expo 2019, imbuh Nicke, bertujuan memperkuat kesadaran transformasi digital, meningkatkan kepemilikan bisnis terhadap tema-tema utama transformasi digital, dan membangun kapasitas dan pengetahuan digital sebagai fokus implementasi budaya digital.

“Mari terus dukung program transformasi digital di Pertamina dengan sigap dan senantiasa beradaptasi untuk menjadikan Pertamina lebih baik lagi,” pungkas Nicke. [dp/MTH]