DFSK Super Cab Bakal ‘Terbang’ ke Filipina


DAPURPACU – PT Sokonindo Automobile, pemegang merek DFSK di Indonesia, resmi memperluas pasar ekspor untuk kendaraan niaganya, Super Cab, usai diumumkannya kerja sama dengan QSJ Motors Philippine, Senin (16/9) lalu, pada Forum Ekonomi dan Perdagangan Filipina negara ASEAN.

Nantinya, sebanyak 3.000 unit pikap racikan pabrik DFSK di Cikande, Serang, ini bakal dikirim dalam bentuk completely built-up (CBU) ke negara tersebut. Adapun unit yang diboyong adalah Super Cab 1.3 L Turbo Diesel setir kiri.

“Melalui perjanjian ini, kami mengambil langkah strategis untuk memperluas pemasaran di wilayah ASEAN. Kami membangun kerja sama yang lebih luas dan jangka panjang dengan Filipina untuk menciptakan masa depan bersama yang lebih baik,” kata CEO PT Sokonindo Automobile, Pang Hai, dalam siaran resminya, Rabu (18/9).

Dijadwalkan pendistribusian bakal dilakukan pada kuartal keempat tahun ini. Pang Hai pun mengakui bahwa misi ekspor ke beberapa negara di kawasan ASEAN bahkan dunia merupakan rencana awal investasi kami membangun pusat produksi berstandar industri 4.0 di Indonesia.

Baca juga:  Indonesia Siap Jadi Pusat Produksi Kendaraan Listrik Asean

Sebagai informasi, Filipina telah menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara, khususnya sektor kehutanan dan pertanian yang telah menciptakan permintaan besar untuk kendaraan komersial.

Secara keseluruhan, pasar mobil Filipina telah berkembang cepat selama lima tahun terakhir. Bahkan pasar otomotif Filipina diprediksi bakal tumbuh 3,3% hingga akhir 2019 dibandingkan tahun sebelumnya.

DFSK Super Cab 1.3 L Turbo Diesel setir kiri yang akan di ekspor ke Filipina.

Tahun lalu, total volume penjualan kendaraan di Filipina mencapai 391.400 unit dengan dominasi penjualan kendaraan penumpang sekitar 72% (281.900 unit) dan kendaraan komersial 28% (109.500 unit).

Dengan kondisi itu menjadi indikasi peluang bagi DFSK Indonesia untuk memasarkan kendaraan-kendaraan produksinya lebih banyak lagi, khususnya di segmen kendaraan niaga.

Terlebih perdagangan bebas negara-negara ASEAN menambah peluang DFSK untuk bisa memasarkan kendaraan-kendaraan berkualitas dan berteknologi tinggi dengan harga yang kompetitif bagi pasar Filipina.

Sebagai anggota dari negara ASEAN, Filipina tidak hanya memiliki pangsa pasar mobil terbesar keempat di Asia Tenggara, tetapi juga memiliki potensi pengembangan yang besar, serta memiliki keuntungan “Zero Tariff Export”.

Baca juga:  Inilah Pemenang Undian Berhadiah Glory 580

Pang Hai mengaku PT Sokonindo Automobile memiliki lini kendaraan SUV yang lengkap dan kompetitif untuk bisa memenuhi beragam kebutuhan akan kendaraan penumpang di negara tersebut.

“Semua kendaraan kami memiliki standar yang teruji, serta sudah terbukti secara global, sehingga diharapkan produk SUV DFSK juga dapat memasuki pasar Filipina,” tutup Pang Hai. [dp/MTH]