Flagship Store Von Dutch Pertama Hadir di Bali | dapurpacu.id

Flagship Store Von Dutch Pertama Hadir di Bali


DAPURPACU – Von Dutch resmi membuka outlet pertamanya di kawasan Ubud, Gianyar, Bali. Dipilihnya Pulau Dewata sebagai outlet perdana tersebut dikarenakan Bali dapat dikatakan sebagai salah satu daerah yang kental dengan unsur kulturnya, sekaligus destinasti pariwisata ternama di Tanah Air.

Mac Clinton Tjahjadi, Creative Manager PT Macroy Busana Sentosa, mengakui bahwa Bali memiliki nilai budaya yang kuat dan merupakan salah tujuan pariwisata utama di Indonesia.

“Dengan hadir di Bali, kami berharap Von Dutch menjadi lebih cepat dikenal oleh semua kalangan baik di kalangan nasional maupun internasional,” ujar Mac, dalam siaran resminya, Senin (30/9) lalu.

Flagship store dengan logo ‘Flying Eye’ ini berada di Otokafe dan menyediakan ragam kebutuhan kaum millenial dan para bikers modern yang ingin tampil beda saat riding santai.

Ia menambahkan yang membedakan brand Von Dutch dengan produk apparel lainnya adalah Von Dutch diawali dari dunia custom culture yang menjadi akar dan kemudian berkembang menjadi sebuah lifestyle di dunia fashion.

Itulah mengapa sejak awal kemunculannya di Indonesia, Von Dutch berkomitmen untuk turut serta menjadi bagian dalam pergerakan custom culture di sini, sehingga sering ambil bagian dalam berbagai even yang bertemakan custom culture.

Di sisi lain, dengan keunikan inilah Von Dutch mulai menjadi sebuah ikon di dunia fashion. Beberapa selebriti dunia yang pernah mengenakan produk ini yaitu Paris Hilton, Pharrell Williams, Johnny Knoxville, Ashton Kutcher dan sederet artis internasional lainnya.

Untuk memudahkan pecinta custom culture mendapatkan produk Von Dutch, ragam produknya sudah bisa ditemui di Metro Department Store Jakarta, Sogo Department Store Jakarta, Surabaya, Solo, Bandung, Makassar dan Medan.

“Melalui pembukaan flagship store pertama di Bali, diharapkan memudahkan pecinta custom culture untuk mendapatkan produk kami dan juga bisa mendukung perkembangan custom culture khususnya di Pulau Bali dan juga di Indonesia,” tutup Mac. [dp/MTH]