Persoalan ODOL Bikin Isuzu Indonesia ‘Gerah’


DAPURPACU – Berbagai upaya terus dilakukan sejumlah pihak khususnya instansi terkait dalam memperbaiki sekaligus menangani permasalahan Over Dimension dan Over Loading (ODOL) pada kendaraan truk di jalan raya.

Beragam kejadian tragis hingga merenggut nyawa manusia belakangan ini, kian memicu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk sesegera mungkin menertibkan ODOL dari hulu hingga ke hilir sehingga tercipta Zero ODOL.

Permasalahan tersebut memang tidak sepenuhnya menjadi ‘pekerjaan rumah’ bagi Kementerian Perhubungan, meski regulasinya sudah digulirkan sejak 1 Agustus 2018. Meski begitu, cukup diakui masih banyak pelanggaran di sana sini.

Langkah kolaborasi pun dilakukan baik dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polda Metro Jaya hingga industri terkait, di mana dalam hal ini Kemenhub menggandeng Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI).

President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Ernando Demily.

Sejauh ini, pihak IAMI mengklaim merupakan salah satu pabrikan mobil komersial yang taat akan peraturan pemerintah dengan mendukung program penanggulan ODOL tersebut.

“Isuzu Indonesia tentunya sangat menyambut dengan baik terkait peraturan ODOL, karena produk Isuzu sendiri memang dirancang sesuai dengan regulasi keamanan berkendara di Indonesia,” ujar Ernando Demily, Presiden Direktur PT IAMI, disela diskusi Forwot bertemakan ‘Road to Zero ODOL Trucks on The Roads’, Kamis (3/10).

Ernando menuturkan untuk menciptakan ekosistem bebas dari ODOL, Isuzu Indonesia yakin tidak bisa hanya dilakukan satu pihak saja, melainkan seluruh elemen terkait.

“Dimulai dari produknya, karoseri, surat-surat sampai dengan layanan purna jualnya,” tambah Ernando dihadapan awak media.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Drs Budi Setiadi SH, MSI.

Untuk menegaskan dukungan tersebut, Attias Asril, General Manager PT IAMI mengatakan bahwa produk Isuzu dirancang dengan mempertimbangkan aturan Pemerintah, dan Isuzu bersama Kemenhub turut memberikan stiker refletif cahaya pada program mudik 2019.

“Isuzu selalu menjalankan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) untuk setiap kendaraan barunya, bahkan Isuzu bersama Kemenhub turut mensosialisasikan program itu kepada armada transportasi,” terangnya.

Attias melanjutkan bahwa Isuzu Indonesia telah melakukan sertifikasi pada 41 rekanan karoseri untuk memastikan karoseri yang bekerja sama dengan Isuzu taat aturan pemerintah dengan salah satunya mengurus SKRB (Surat Keterangan Rancang Bangun).

Hal penting lainnya, kata Attias, kendaraan komersial Isuzu telah dilengkapi sistem ECU yang mampu merekam seluruh kondisi teknis truk. Jadi, apabila terbukti truk mengalami kecelakaan akibat ODOL maka warranty claim tidak berlaku.

Rangkaian produk Isuzu di ajang pameran GIIAS.

Dengan makin ketatnya peraturan Pemerintah, tidak sedikit pebisnis yang harus berpikir ulang. Ada beberapa hal bisa dilakukan oleh mereka, memperketat biaya operasional menjadi hal yang utama.

Selain mereka dapat beralih kendaraan, dari sebelumnya menggunakan truck rigid, kini mulai memakai tractor head, sebab kapabilitas jenis ini lebih besar dan titik penyebaran beban lebih luas, dibandingkan truk rigid sehingga menjadi solusi dari ODOL.

“Kami memberikan solusi dari sisi penghematan operasional, karena kita tahu biaya terbesar dari biaya operasional adalah penggunaan bahan bakar, dan DNA dari Isuzu yang utama adalah mesin yang irit bahan bakar dan bandel,” pungkas Attias. [dp/MTH]