Sebanyak 200 Atlit Muda Berbakat Ikuti Workshop ‘SATRIA’


DAPURPACU – Setelah diperkenalkan oleh Toyota Indonesia akhir Agustus lalu, Program pencarian atlit muda berbakat PT Toyota Astra Motor (TAM) bertajuk ‘SATRIA – Satukan Bakat Negeri Kita”, memasuki tahap motivational workshop yang dimulai di Jakarta.

Bertempat di Hotel Atlit Century, Sabtu (5/10) lalu, kegiatan tersebut diikuti tidak kurang dari 200 orang atlit muda potensial Tanah Air dari beragam cabang olahraga.

Selama workshop, mantan perenang nasional yang sekaligus pembina program ‘SATRIA’, Richard Sambera, ambassador ‘Hero Project’ dan atlit angkat besi Ni Nengah Widiasih, serta trainer & psikolog, Intan Erlita didapuk sebagai nara sumber.

Selain ketiganya, juga hadir dua orang pembina ‘SATRIA’ lainnya yaitu Dr. Nino Susanto yang merupakan tokoh penting dalam olahraga disabilitas di Indonesia, serta Eko Widodo yang merupakan wartawan senior olahraga.

Sepanjang pelaksanaan program yang akan berlangsung hingga pertengahan 2020, rencananya tahun ini akan ada dua kali motivational workshop bagi para atlit muda, yaitu di Jakarta dan di Solo.

Baca juga:  Festival Avanza-Veloz Sebangsa Menyapa Bandung Selama 2 Hari

“Semoga, ‘SATRIA’ dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan atlit dan pertumbuhan olahraga Indonesia di masa depan, sehingga dapat melahirkan para atlit juara di level nasional dan internasional,” kata Marketing Director PT TAM, Anton Jimmi Suwandy.

Sementara Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan bahwa dukungan yang diberikan Toyota terhadap atlit muda lewat program ini disesuaikan dengan kebutuhan mereka masing-masing, baik secara finansial, pelatihan, maupun pembinaan.

“Menurut kami, motivational workshop menjadi salah satu rangkaian penting dari program ‘SATRIA’. Kami berharap para atlit muda dapat menimba ilmu dari para narasumber sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan membantu mereka dalam mewujudkan impiannya,” ujar Soerjo.

Selama lebih kurang 6 bulan, 20 atlit muda potensial akan dipilih dan diberikan development/financial support sesuai dengan kebutuhannya masing-masing untuk mengikuti berbagai turnamen.

Nantinya akan dipilih enam orang yang akan diberi kesempatan untuk berkunjung ke Olympic Games & Paralympic Games Tokyo 2020. [dp/MTH]