Astra Motor Bali, main dealer sepeda motor Honda di Bali, mengajak komunitas pengguna ADV150 dan awak media regional dan nasional, termasuk Dapurpacu.id di dalamnya serta blogger dan vlogger untuk mengikuti kegiatan turing bertajuk 'ADV Satu Hati Jelajah Nusantara'. | dapurpacu.id

‘ADV Satu Hati Jelajah Nusantara’ Belah Tiga Pulau Sekaligus


DAPURPACU – Astra Motor Bali, main dealer sepeda motor Honda di Bali, mengajak komunitas pengguna ADV150 dan awak media regional dan nasional, termasuk Dapurpacu.id di dalamnya serta blogger dan vlogger untuk mengikuti kegiatan turing bertajuk ‘ADV Satu Hati Jelajah Nusantara’.

Tak tanggung-tanggung, turing ini langsung melibas tiga pulau sekaligus, yakni Bali, Lombok dan Sumbawa. Total jarak ditaksir mencapai 1.430 km, hingga kembali ke titik start di dealer Astra Motor Cokroaminoto.

Misi utama dari kegiatan ini tidak lain tidak bukan menguji ketangguhan skutik penjelajah teranyar PT Astra Honda Motor, yang pada Agustus lalu resmi diluncurkan.

Selama lima hari, 24-28 Oktober, para peserta berjumlah 20 orang ini bakal disuguhi beragam jalan, mulai dari trek lurus, menanjak dan menurun, serta tikungan tajam dan landai khas di area pegunungan.

Supervisor Marketing Astra Motor Bali, I Gusti Agung Lanang Oka Pradipta, mengatakan bahwa tujuan dari even ini untuk menunjukkan kepada peserta turing sensasi dan kehandalan sekaligus performa serta kenyamanan Honda ADV150.

“Yang pasti akan menghasilkan pengalaman berkendara yang tidak terlupakan oleh peserta touring,” ujar Lanang, disela pelepasan di Astra Motor Cokroaminoto, Kamis (24/10) malam.

Selain mengupas seluruh ketangguhan ADV150, berbagai destinasi eksotik di Lombok dan Sumbawa bakal dikunjungi. Tak hanya, sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, akan dilakukan aksi sosial ke salah satu sekolah dasar di Sumbawa Besar. Kegiatan ini menjadi bagian dari program CSR yang terus dicanangkan oleh Astra Motor Bali.

Usai diberikan pembekalan berkendara aman oleh tim safety riding Astra Motor Bali, seremoni sederhana dilakukan untuk melepas keberangkatan menuju check point I di kawasan wisata Ubud Gianyar. Satu jam berselang, rombongan lanjut ke pemberhentian berikutnya di Pelabuhan Padang, sebagai titik akhir menuju Lombok.

Tantangan awal langsung disuguhkan pada rute menuju Ubud. Kondisi lalu lintas yang cukup padat ditambah ruas jalan yang sempit, membuat rombongan terpecah. Padahal di kawasan ini ragam keindahan khas Bali tersuguhkan lengkap. Sayangnya, kondisi gelap urung bagi menikmati keindahan tersebut.

Butuh waktu sekitar enam jam untuk menyeberang, dan kondisi badan dengan tidur. Sesampainya di Pelabuhan Lembar, rombongan langsung bergerak menuju main dealer Astra Motor Mataram. Di sana seluruh unit ADV150 kembali diperiksa kondisinya, guna memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman.

Dijadwalkan akan bergabung komunitas Mataram untuk berpartisipasi dalam touring ini. Setelah itu perjalanan berlanjut menuju Monumen 1000 Masjid, yang merupakan salah satu karakter khas sebutan Lombok sebagai Pulau Seribu Masjid. Disini seluruh peserta mengabadikan momen wisata budaya religi.

Perjalanan dilanjutkan menuju Desa Sade, sebuah dusun yang hungga kini masih mempertahankan adat Suku Sasak. Sade sebagai desa wisata punya keunikan tersendiri masih berpegang teguh menjaga keaslian desa cerminan suku asli Sasak Lombok. Di sini, seluruh peserta akan disajikan khas dari desa tersebut.

Selanjutnya perjalanan menuju sirkuit Motogp Mandalika sekaligus menyaksikan pembangunan sirkuit yang bakalan menjadi tuan rumah Motogp 2021. Lalu perjalanan dilanjutkan ke pantai indah Tanjung Aan yang memiliki pemandangan memikat dengan keeksotisan pantai.

Pantai ini terkenal dengan hamparan pasir putihnya yang bertekstur unik. Jika anda menapakkan kaki tanpa alas kaki di atasnya, akan merasakan sensasi berbeda karena pasir ini bertekstur seperti bulir merica hasil dari bentukan fosil-fosil karang di sekitar pantai.

Di lokasi ini, peserta akan melakukan kegiatan bersih-bersih dari sampah-sampah di sekitar pantai. Aksi ini juga sebagai bagian dari program CSR peduli terhadap lingkungan. Tak berapa lama rombongan berangkat menuju titik berikutnya yakni di Bukit Marise, yang lazim disebut bukit cinta dikarenakan keindahan yang eksotik.

Dari atas bukit ini bisa melihat keindahan panorama yang tidak akan terlupakan. Peserta bisa melihat terumbu karang dari atas bukit karena air yang jernih. Selain itu bisa melihat sunset yang menawan dari atas bukit ini. Perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Kahyangan untuk menyeberang ke Puau Sumbawa.

Keesokan harinya, peserta melanjutkan touring nya menuju jembatan Samota yang berdiri gagah di atas Sungai Brang Biji, Labuhan Sumbawa. Nama “Samota” yang merupakan akronim dari Teluk Saleh, Pulau Moyo, Gunung Tambora ini memang menyambungkan ketiga daerah tersebut menjadikan area ini sebagai Kawasan Segitiga Eksotis Sumbawa.

Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju ke sekolah SD Negeri 1 Sumbawa Besar. Di sana seluruh peserta akan melakukan aksi sosial dengan menyumbangkan peralatan sekolah untuk anak-anak sebagai bentuk CSR peduli sesame dan Pendidikan. Setelah selesai melakukan kegiatan soial dan ramah tamah dengan pihak sekolah perjalanan dilanjutkan menuju Dompu yang terkenal sebagai penghasil susu kuda liar dan madu.

Selain itu Dompu juga dikenal sebagai daerah yang kaya akan keragaman genetik hewan penghasil daging misalnya kerbau rawa atau kerbau lumpur. Dilokasi ini peserta istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke 0 km yang lebih dikenal sebagai tempat yang dianggap titik sakral untuk para biker yang suka melakukan touring. Kilometer Nol dianggap sebagai kiblat atau patok bagi perjalanan seorang biker. Di sini para biker dapat mengabadikan momen penting touringnya. Selanjutnya menuju ke Bima sebuah kota otonom yang terletak di Pulau Sumbawa bagian timur untuk istirahat.

Hari ke 4 peserta kembali melakukan perjalanan menuju wisata Istana Dalam Loka, saksi sejarah yang memperlihatkan kejayaan Kesultanan Sumbawa pada zamannya. Berbentuk rumah panggung Istana Dalam Loka terlihat sangat megah Istana yang dibangun dengan bahan kayu ini memiliki filosofi “adat berenti ko syara, syara barenti ko kitabullah”, yang berarti semua aturan adat istiadat maupun nilai-nilai dalam sendi kehidupan tau Samawa (masyarakat Sumbawa).

Setelah explore Kawasan ini perjalanan kembali menuju Lembar untuk menyeberang ke Bali. Tiba di Bali menjelang sunrise sekaligus melangsungkan peringatan sumpah pemuda dengan pengibaran bendera merah putih.

“Dengan konsep satu hati jelajah Nusantara, kami ingin memberikan apresiasi sekaligus experience touring dengan mengexplor daerah wisata timur dengan berbagai ciri khas tersendiri dimasing-masing lokasi yg dikunjungi, dan kami juga ingin berbagi dengan sesama melalui kegiatan CSR membagian peralatan tulis serta peduli lingkungan dengan melakukan beach clean,” ujar Sri Mayuni selaku Corporate Communication Astra Motor Bali.

“Sebagai warga negara kami ingin melakukan penghormatan kepada para pahlawan dengan cara yang unik ala bikers. Semoga kegiatan ini dapat memberikan kesan tersendiri dikalangan komunitas yg terlibat dalam serangkaian acara ini, ” pungkas Mayuni. [dp/MTH]