Pabrikan Mobil Jepang Siap Investasi Besar-besaran di Indonesia


DAPURPACU – Sejumlah pelaku industri skala besar di Jepang dijadwalkan akan berinvestasi besar-besaran untuk beberapa tahun ke depan. Sekitar Rp40 triliun direncanakan bakal masuk hingga 2023.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam lawatannya ke Negeri Sakura itu Senin (18/11) lalu, yang melakukan one on one meeting secara maraton dengan sejumlah perusahaan otomotif ternama Jepang.

Hal ini, kata Menperin, seiring dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang memprioritaskan pengembangan industri otomotif di dalam negeri agar lebih berdaya saing global.

“Kami mendapat laporan tentang rencana ekspansi dari Toyota Group sebesar Rp28,3 triliun. Ini termasuk pengembangan Toyota, Daihatsu, dan Hino,” sebutnya.

Investasi ini menurut Menperin dijadwalkan bakal direalisasikan dalam periode lima tahun, yakni 2019-2023, dalam rangka mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Selain Toyota Group, Honda juga bakal merealisasikan investasinya sebesar Rp5,1 triliun di periode yang sama. Rencanannya, investasi ini untuk membangun fasilitas research & development (R&D) center di Tanah Air.

Baca juga:  IIMS Motobike Expo 2019 : AHM Hadirkan Honda PCX Electric dan Hybrid

“Investasi tersebut untuk model baru dan pendalaman industri, lokalisasi dan sebagainya. Karena memang salah satu nilai positif dari Honda adalah menempatkan R&D Center di Indonesia,” papar Menperin.

Agus pun menjelaskan bahwa pihaknya mengajak para investor tersebut agar bisa membawa atau membangun pusat R&D-nya di Indonesia.

“Kami jelaskan ada regulasi PP No 45/2019, yang memberikan fasilitas super deduction tax. Jadi, industri yang bangun R&D akan dapat super deduction tax sebesar 300%,” ujarnya.

Menperin juga mengharapkan kepada Krakatau Nippon Steel Sumikin (Nippon Steel Group) agar terus meningkatkan porsi baja canai gulung dingin lokal, agar tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sektor otomotif meningkat sekaligus bisa menekan impor.

Secara terpisah, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono mengatakan bahwa dalam pertemuan dengan Menperin Agus, Toyota Group memberikan update ekspor yang mencapai 200.000 unit pada tahun 2018.

Baca juga:  IIMS Motobike Expo 2019 Sudah Resmi Dibuka

“Kami juga menyampaikan kembali kepada Pak Menteri mengenai komitmen Toyota Group sebesar Rp28,3 triliun,” pungkasnya.

Pada kegiatan one on one meeting di Tokyo, Menperin Agus telah bertemu sejumlah industri otomotif asal Negeri Sakura, antara lain dengan direksi Mitsubishi Motors Corporation (MMC), Toyota Group, Daihatsu Motor Corporation, Hino Motor, Suzuki Motor Corporation, Isuzu Japan, dan Honda Motor. [dp/MTH]