Hanya Hitungan Hari, Jasamarga Jaring Ratusan Truk ODOL | dapurpacu.id

Hanya Hitungan Hari, Jasamarga Jaring Ratusan Truk ODOL


​DAPURPACU – Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) bersama Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) melaksanakan Operasi Over Dimension Over Load (ODOL) di Area Jagorawi, Jakarta-Tangerang dan Dalam Kota.

Adapun target operasi penertiban ini berfokus pada kendaraan berat yang melebihi kapasitas dimensi ataupun beban. Pada operasi ODOL yang dilaksanakan di tiga area itu didapati 277 kendaraan yang melanggar.

Rinciannya yaitu 241 kendaraan besar yang melanggar kelebihan kapasitas beban kendaraan, 34 kendaraan besar yang melebihi kapasitas dimensi, dan 2 kendaraan tanpa dilengkapi dengan surat-surat.

Seperti dilansir dari laman Jasamarga, Kepala Induk PJR Polda Metro Jaya AKP, Bambang Krisnadi menyebut operasi ODOL juga dalam rangka menekan angka kecelakaan lalulintas di jalan tol.

“Operasi ODOL itu dalam rangka menekan terjadinya kecelakaan lalulintas yang dapat membahayakan pengemudi angkutan itu sendiri dan bagi pengendara lain yang sedang berkendara di jalan tol,” tegas Bambang.

Adapun pelaksanaan kegiatan ODOL yang dilaksanakan di tiga area tersebut yaitu:

1. Ruas Tol Jagorawi
Lokasi pelaksanaan di KM 44+400 B (setelah Gerbang Tol Ciawi) arah Jakarta (21-23/1), ditemukan 106 kendaraan yang melanggar, yaitu 100 kendaraan besar yang melanggar kelebihan kapasitas beban kendaraan, 4 kendaraan besar yang melebihi kapasitas dimensi, dan 2 kendaraan tanpa surat-surat.

2. Ruas Jakarta-Tangerang
Lokasi pelaksanaan di Rest Area KM 9+600 B arah Jakarta (28-30/1), ditemukan 94 kendaraan yang melanggar, yaitu 91 kendaraan besar yang melanggar kelebihan kapasitas beban kendaraan, dan 3 kendaraan besar yang melebihi kapasitas dimensi.

3. Ruas Dalam Kota
Lokasi dilaksanakan di depan Gerbang Tol Cililitan, Km 02+000 arah Jakarta (5-7/2), ditemukan 77 kendaraan yang melanggar, yaitu 50 kendaraan besar kelebihan kapasitas beban kendaraan, dan 27 kendaraan besar melebihi kapasitas dimensi.

Operasi ODOL tersebut bekerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti, Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) dan Dinas Perhubungan Kementerian Perhubungan. Kendaraan yang terbukti melanggar, dilakukan penindakan berupa penilangan dan pengamanan.

“Selain banyak ditemukan kendaraan yang mengubah bentuk (dimensi) dan mengangkut barang melebihi jumlah yang diijinkan, juga banyak ditemukan kendaraan dengan ban yang tidak layak atau gundul/tipis,” imbuh Bambang.

Bambang menyarankan agar pemilik kendaraan angkutan barang untuk mengembalikan bentuk kendaraan sesuai yang diijinkan, mematuhi kapasitas angkutan, rutin melakukan pengecekan kendaraan, sehingga di harapkan meminimalisir pelanggaran dan fatalitas kecelakaan. [dp/MTH]