Lebel Indonesia Kini Bertengger di 'Tubuh' ExxonMobil | dapurpacu.id

Lebel Indonesia Kini Bertengger di ‘Tubuh’ ExxonMobil


DAPURPACU – Pelumas merek Mobil resmi diproduksi di pabrik PT Federal Karyatama (FKT), pemegang hak yang memproduksi pelumas Federal Oil, di kawasan Industri Cilegon, Banten. Nantinya, hak pemasaran tetap dipegang oleh PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (ExxonMobil Lubricants).

Seremonial produksi ditandai dengan penuangan pertama yang dilakukan pada Rabu, 12 Februari lalu, oleh Patrick Adhiatmadja selaku Head of Indonesia Lubricants Market ExxonMobil.

Di tahap awal, produk yang akan diproduksi adalah Mobil Super Moto, pelumas yang diperuntukkan untuk sepeda motor. Sebelumnya, pelumas Mobil diproduksi di pabrik yang dimiliki oleh ExxonMobil di Jurong, Singapura.

“Sebagai bagian dari keluarga besar ExxonMobil, sudah direncanakan bahwa kami juga akan memproduksi produk pelumas ini di Indonesia,” kata Patrick, dalam keterangan resminya, Rabu (26/2).

“Ini merupakan produksi pertama dari ExxonMobil yang diproduksi di Indonesia. Untuk bisa mencapai dalam tahapan produksi, kami telah melalui serangkaian tahapan dan proses yang cukup panjang, mulai dari penyesuaian prosesnya, safety, dan prosedur yang sesuai dengan standarisasi ExxonMobil,” ujarnya.

Hal ini merupakan momen penting dan bersejarah bagi ExxonMobilLubricants, karena untuk pertama kalinya dapat memproduksi produknya di Indonesia.

Di sisi lain, lanjut Patrick, langkah ini juga bertujuan untuk memaksimalkan pemasaran, serta penyebaran pelumas Mobil, sehingga pelumas tersebut dapat dengan mudah didapatkan di bengkel-bengkel motor di Tanah Air.

Andhina Sofiarman, Mobil Brand General Manager mengatakan dengan mulai diproduksinya pelumas Mobil Super Moto™ di Indonesia, diharapkan mampu meningkatkan dan memudahkan penjualan pelumas kami di Indonesia.

“Bagi kami ini sebuah tonggak bersejarah bagi ExxonMobil Lubricants, karena ini pertama kalinya pelumas Mobil mulai diproduksi di Indonesia, yang tentunya akan dipasarkan juga di Indonesia,” tutup Andhina. [dp/MTH]