Program Pembinaan Atlet Muda Berakhir di Kota Makassar | dapurpacu.id

Program Pembinaan Atlet Muda Berakhir di Kota Makassar


DAPURPACU – Program SATRIA (Satukan Bakat Negeri Kita) telah memasuki sesi terakhir di Kota Makassar, setelah sebelumnya dilaksanakan di Jakarta dan Solo. Total ada 600 atlet muda Indonesia berpartisipasi sepanjang workshop di tiga kota berlangsung.

Adanya workshop ini bertujuan agar para atlet muda berbakat tersebut mendapatkan berbagai pengetahuan yang berkaitan dengan keatletan dan public speaking. Di Kota Makassar terlaksana di Four Points by Sheraton Makassar.

Workshop dihadiri sekitar 200 orang atlet muda yang berasal dari Sekolah Menengah Keberbakatan Olahraga Sulawesi Selatan dan beberapa Sekolah Luar Biasa binaan dari NPC (National Paralympic Committee) Sulawesi Selatan.

Beberapa narasumber seperti halnya di Jakarta dan Solo kembali dihadirkan, salah satunya mantan perenang nasional yang sekaligus pembina program ‘SATRIA’, Richard Sam Bera.

Hadir pula dua orang lainnya yaitu Dr. Nino Susanto, yang merupakan tokoh penting dalam olahraga disabilitas di Indonesia, serta Eko Widodo, wartawan senior olahraga.

Selain itu, turut hadir pula trainer yang merupakan seorang psikolog – Intan Erlita, yang memberikan pelatihan public speaking dan berbagi tips untuk meningkatkan kepercayaan diri berbicara di depan umum dan kamera, serta bagaimana mengelola social media sebagai social branding bagi atlet-atlet muda tersebut.

Sedikit yang membedakan dari penyelenggaraan workshop di kota lainnya, enam dari top 20 atlet SATRIA turut hadir untuk berbagi pengalamannya kepada para peserta. Para atlet muda berbakat Indonesia ini mengungkapkan pengalamannya dalam mengikuti program SATRIA dan berbagi cerita mengenai impian mereka di masa depan.

Mereka adalah Firza Faturahman atlet asal Jawa Timur dari cabang olahraga para atletik, I Made Pajar Ariayana atlet asal Bali dari cabang olahraga surfing, dan Mutiara Oktarani Nurul Al Pasha asal Yogyakarta dari cabang olahraga atletik.

lalu ada Aditya Fajar Putu Soekarno asal Yogyakarta dari cabang olahraga sepeda BMX, Abraham Usyor asal Papua dari cabang olahraga judo, serta Luluk Diana Tri Wijayana asal Jawa Timur dari cabang olahraga angkat berat.

“Saya bersyukur dapat mengikuti program ini karena saya mendapat support dari Toyota untuk mewujudkan impian berlaga di ajang yang lebih tinggi pada tahun ini,” ujar Mutiara saat workshop berlangsung.

Sementara saat ditanya mengenai harapannya di masa depan, Aditya menyebutkan bahwa dia ingin bisa menjadi atlet masa depan Indonesia di nomor olahraga baru BMX.

“Diharapkan kegiatan workshop ini dapat memotivasi para atlet muda senantiasa mengasah bakat, potensi diri dan mental mereka dalam upaya meraih prestasi tertinggi di cabang olahraganya masing-masing,” ujar Anton Jimmi Suwandy, Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor. [dp/MTH]